Menangkap Peluang Pasar Kopi Indonesia di Australia

75
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail

Untuk menangkap potensi pasar kopi di Australia, Kementerian Luar Negeri RI bekerjasama dengan Perwakilan RI di Australia mulai tahun 2021 telah menjalankan diplomasi kopi melalui rangkaian program yang disinergikan dengan lima unsur pentahelix.

Kali ini, kerjasama dengan KJRI Sydney menghadirkan “Virtual Dialogue and Networking Memasuki Pasar Kopi Australia” dengan pembicara utama Konsul Jenderal RI di Sydney Bapak Heru Hartanto Subolo (“Tren dan Persyaratan Importasi Pasar Kopi Australia”) dan salah satu pebisnis diaspora Indonesia yang juga pemilik the Q on Harris, Bapak Benji Salim Ang (“Lessons learnt Importasi Kopi Indonesia di Australia”), dengan moderator Koordinator Fungsi Ekonomi KJRI Sydney Ibu Trisari Dyah Paramita dan Direktur Sekolah Dinas Luar Negeri Kementerian Luar Negeri Ibu Lintang Paramita Parnohadiningrat.

Direktur Asia Timur dan Pasifik Kementerian Luar Negeri Bapak Santo Darmosumarto membuka dialog dengan menyampaikan bahwa terdapat banyak peluang untuk meningkatkan ekspor kopi Indonesia ke pasar Australia, terlebih dengan adanya perjanjian IA CEPA yang mengatur pengenaan tarif bea masuk sebesar nol persen untuk produk ekspor Indonesia ke Australia.

Namun demikian, perlu diperhatikan persyaratan importasi Australia dari berbagai aspek, termasuk pemenuhan persyaratan AQIS, kemasan, serta labelling untuk pasar ritel, ditambahkan oleh Konsul Jenderal RI. Tren di pasar Australia sendiri, dari 26 juta penduduk, 19 juta adalah peminum kopi dengan persentase berimbang antara kopi instan dan espresso-based. Penikmat espresso-based lebih banyak menikmati kopinya di kafe dan perilaku ini telah menjadi bagian dari coffee culture di Australia.

Menjual kopi Indonesia ke pasar Australia bukan hal yang mudah namun juga tidak mustahil, disimpulkan oleh Benji Salim. Diperlukan passion, upaya yang konsisten dan “willing to do it the extra miles”. Benji mulai mengenalkan kopi Indonesia saat single origin coffee tengah booming di pasar Australia di tahun 2000an, dan dimana kopi Indonesia belum banyak dikenal di pasar tersebut. Benji menemukan adanya knowledge gap antara roasters dan importir Australia dengan petani kopi Indonesia. Dari sini, Benji langsung terjun ke perkebunan kopi di Indonesia untuk memastikan semua pihak dari hulu ke hilir memainkan perannya masing-masing sehingga kualitas kopi Indonesia yang dipasok adalah yang terbaik, sustainable dan sesuai permintaan pasar. Benji tidak bosan mengenalkan kopi baru ke roasters Australia dan mengkomunikasikan feedback mereka ke para petani kopi. Dengan pola seperti ini, the Q berhasil memasukkan beberapa kopi single origin Indonesia ke pasar Australia, bahkan salah satunya dijual oleh roaster/kafe ternama.

Dialog kopi ini diikuti oleh sekitar 120 pelaku bisnis kopi di Indonesia mulai dari pebisnis pemula hingga pebisnis yang telah punya nama dan merupakan perintis kafe-kafe single origin seperti Anomali dan Tanamera, serta para mantan duta besar Indonesia yang juga penggiat diplomasi kopi. Pertanyaan-pertanyaan yang mengemuka dalam diskusi antara lain peluang kopi single origin dari daerah tertentu, sertifikasi yang diperlukan, jenis kopi yang disukai masyarakat Australia, daya saing kopi Indonesia hingga kemungkinan pengiriman contoh produk untuk pasar Australia.

Peserta dialog juga mendapat kesempatan menjalin jejaring dengan ekosistem kopi Indonesia di NSW, Queensland dan South Australia yaitu pengurus Indonesian Restaurant Association (IRA) Sydney Natanel Ferry (Shalom Indonesia Restaurant) dan Harjo (Medak Ciak), barista Indonesia di Australia yang juga satu-satunya barista perempuan Indonesia yang ikut kompetisi barista di Australia Cindy Carolina, pemilik kafe/restoran yang telah menjual kopi Indonesia yaitu Alicia Martino (Sendok Garpu Brisbane), serta importir produk makanan minuman Indonesia seperti Anthony Auwyang (Sony Trading), Suliyanti Sunaryo (Eastern Cross Trading) dan Amalia Sosrodiredjo (Monstera Pty Ltd Adelaide). Pelaku bisnis diaspora ini berbagai tips dan strategi memasuki pasar kopi Indonesia hingga ide-ide untuk menguatkan branding kopi single origin Indonesia di pasar Australia.

Dialog ini disiarkan secara langsung di kanal youtube @IndonesiaInSyd dan dapat dilihat kembali melalui tautan https://www.youtube.com/watch?v=eiHGBcLNYbU

Program selanjutnya dari rangkaian diplomasi kopi adalah temu bisnis antara produsen kopi Indonesia dengan buyers prospektif di Australia. [IM]

Previous articlePositioning Yourself in a Post-Covid World
Next articleTanda tangani Pakta Integritas, KJRI Sydney bertekad tingkatkan kualitas layanan kepada masyarakat Indonesia