Manfaatkan IA-CEPA dan Giatkan Impor Produk Indonesia

408
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail

Mengawali tahun 2021, Indonesia Trade Promotion Centre (ITPC) Sydney berkolaborasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney mengadakan kegiatan Pelatihan Ekspor Impor Australia dan Business Networking Session pada Kamis, 25 Februari 2021 di Hilton Hotel Brisbane.

Acara Pelatihan Ekspor Impor dihadiri oleh 380 pebisnis ekspor-impor dan pelaku usaha UMKM Indonesia serta 30 diaspora Indonesia di Queensland. Acara yang diselenggarakan secara hybrid dari Brisbane dan Jakarta ini terselenggara berkat kerja sama antara ITPC Sydney, KJRI Sydney, dan Balai Besar Pelatihan Ekspor dan Impor (BB PPEI) – Kementerian Perdagangan, dan didukung oleh komunitas diaspora Indonesia di Brisbane serta Australia-Indonesia Business Council (AIBC) Queensland.

Acara yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB / 14.00 AEST hingga pukul 12.00 WIB / 16.00 AEST ini dibuka oleh Konjen RI Sydney, Heru H. Subolo, dan Kepala BB PPEI Kemendag, Heryono Hadi P.

“Acara ini sudah keempat kalinya kami adakan karena kami concern mengenai bagaimana kita bisa mengimplementasikan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership-Agreement (IA-CEPA) secara implementatif yang bisa dilakukan langsung, berdaya guna, dan berhasil,” jelas Heru H. Subolo. Menurutnya, hal yang paling penting adalah bagaimana kita menghadapi tantangan ini di situasi pandemi.

“Kami mengajak diaspora Indonesia untuk berperan serta di sektor ekspor dan impor produk Indonesia di Australia untuk memanfaatkan implementasi IA-CEPA,” ujar Kepala ITPC Sydney sekaligus moderator acara, Ayu Siti Maryam.

Selanjutnya pembicara M. Andriza Syarifuddin (Fasilitator BB PPEI) dan Jim Cliffin (Business Development Manager Genfreight Global Logistics) menjelaskan overview ekspor dari Indonesia, prosedur kepabeanan di Indonesia, konstruksi harga ekspor, dan juga prosedur kepabeanan Australia dan dokumen standardisasi terkait.

Eksportir harus memahami syarat masuk produk di negara tujuan dan syarat keluar produk dari negara asalnya. Jim Cliffin menekankan pentingnya memenuhi syarat due diligence dengan supplier. “Tidak ada peraturan yang sama di tiap negara atau ‘no one rule fits all’,” tambah M. Andriza Syarifuddin.

Saat menutup acara, Konjen RI Sydney menyampaikan bahwa peranan diaspora Indonesia untuk mendukung produk-produk Indonesia di Australia sangat besar. “Diaspora Indonesia adalah brand ambassador dari produk-produk Indonesia,” tandasnya.

Setelah acara pelatihan ekspor impor berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan acara Business Networking Session hasil kerja sama dengan Australia Indonesia Business Council (AIBC) Queensland pada pukul 17.00 – 19.30 AEST di Hilton Hotel Brisbane. Kegiatan ini diikuti oleh 36 anggota AIBC Queensland dari sektor akademis, pemerintah, konsultan, importir, jasa keuangan, dan bisnis.

Indonesia memiliki lokasi yang sangat strategis dan memberikan peluang bagi dunia usaha di kedua negara. Terlebih lagi, implementasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) sejak 5 Juli 2020 akan memberikan peluang bagi pelaku usaha Australia dan Indonesia untuk berkembang dan mendiversifikasi kemitraan ekonomi ini. Oleh karena itu, kita memiliki potensi untuk meningkatkan posisi sebagai mitra dagang terbesar ke-13 Australia.

Acara diawali dengan sambutan dari Konjen RI Sydney, Bapak Heru H. Subolo. “Bea masuk 0% perlu dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis di Indonesia dan Australia. Kedekatan geografis Indonesia – Australia juga harus dimanfaatkan oleh Indonesia sebagai mitra dagang dan investasi bagi Australia,” ujarnya.

Selanjutnya, John Kimlin, Board Member AIBC Queensland, dan Ayu Siti Maryam, Director ITPC Sydney memberikan presentasi sedangkan Colin Brown dari AIBC Queensland memandu presentasi. Ia menekankan pentingnya sektor bisnis Queensland dalam mengimplementasikan IA-CEPA. “AIBC akan selalu mendukung badan usaha di dua negara untuk menerapkan IA-CEPA,” kata John.

“Indonesia memiliki kemampuan untuk membuat mobil dari nol. Mulai dari AC, kompresor, aki, hingga body parts dan komponen seperti jok, kaca pengaman, dan busi, sebut saja, banyak pabrikan yang bisa menyediakannya, ”tambah Ayu usai menjelaskan lima komoditas ekspor dan impor Indonesia – Australia.

Usai acara networking, peserta melakukan sesi foto bersama, pembagian goodie bag berisi sampel produk makan dan minuman Indonesia yang telah diimpor oleh dua perusahaan diaspora Indonesia, Sony Trading Group dan Ozimex International. [IM]

Previous articleYessica Park – Dari Pendopo Ke The Sawah
Next articleJoe Haddad