Maestro Jazz Indonesia, Indra Lesmana, Menjalin Kerja Sama dengan Ivan Paulus di Sydney

35
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Pada 1 Mei 2024, Maestro Jazz Indonesia, Indra Lesmana, resmi menandatangani kerja sama dengan Ivan Paulus di kantor Ivan di Mascot, Sydney. Acara jumpa pers dihadiri oleh perwakilan komunitas dan pebisnis diaspora Indonesia serta media.

Indra berharap kerja sama ini menjadi awal yang baik untuk kolaborasi yang tidak hanya di bidang musik, tetapi juga berbagai bidang lainnya, serta menjembatani hubungan antara musisi Indonesia dan Australia. Ivan juga mengatakan bahwa kolaborasi ini secara big picture bukan hanya di bidang musik, tapi juga memanfaatkan koneksi dan network antara Indra dan Ivan di antara dua negara yang bersahabat dan berdekatan.

Bersamaan dengan momen International Jazz Day, Indra kembali menggarap proyek musik bersama rekan-rekan musiknya di Sydney, Australia. Proyek musik Indra kali ini didukung sepenuhnya oleh Paulus Family Pty Ltd. yang dimiliki oleh diaspora Indonesia di Australia, Ivan Paulus dan istrinya Shirley Lim. Ivan, seorang pebisnis sukses di Australia serta penasehat di Indonesia Business Council (IBC) Australia, turut berperan sebagai Executive Producer dalam proyek Indra “Sydney Reunion.” Kerja sama ini meliputi produksi rekaman di Sydney yang akan dirilis dalam format digital streaming platform, CD, dan USB.

“Sydney Reunion” merupakan proyek Indra yang menyatukan kembali rekan-rekan musisinya di Sydney, Australia, yang pernah terlibat dalam proyek rekaman Indra pada tahun 1982. Rekan-rekan tersebut termasuk Steve Hunter (bass) yang terlibat dalam album “No Standing,” Dale Barlow (saxophone) yang terlibat dalam proyek “Children of Fantasy,” dan Andrew Gander (drums). Ketiga musisi tersebut bersama Indra kembali merekam komposisi baru secara live di Sydney pada Mei 2024.

Indra Lesmana mengungkapkan kegembiraannya atas kesempatan bermusik kembali dengan rekan-rekannya di Sydney, menyebutnya sebagai momen bersejarah yang tak ternilai. “Saya berharap proyek ini menjadi dokumentasi yang baik dan menginspirasi generasi musik di Indonesia dan Australia,” ujar Indra.

Indra juga mendukung proyek rekaman single Ivan Paulus (saxophone) dengan menyiapkan dua aransemen. “Saya selalu tertarik dengan bakat-bakat istimewa dan mendukung semangat bermusik setiap insan di mana pun. Dengan semangat International Jazz Day, saya berharap kehidupan musik jazz semakin tumbuh baik. Saya pun berharap karya produksi bersama Ivan dapat diterima dan diapresiasi secara positif, dan menjadi semangat bagi generasi musik untuk terus berkarya,” kata Indra.

Ivan Paulus menyampaikan harapannya, “Kami berharap proyek seni dan kolaborasi ini dapat menghasilkan karya positif, menciptakan sejarah baru, serta membuka peluang lebih besar bagi peningkatan hubungan bilateral antara Australia dan Indonesia.” [IM]

Previous articleAcara Perayaan Hari Kartini 2024 Oleh Grup PENGACARA Indonesia di Sydney
Next article‘Special Sunday Service’ Rose of Sharon Church Sydney Bersama Ps Philip Mantofa