Jus Seledri: Bisa Hilangkan Jerawat Sampai Kanker Ah! Apa Benar?

69
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Jus seledri kaya akan nutrisi dan dapat memberikan banyak manfaat kesehatan. Sejumlah orang bahkan menganggap kalau rutin mengonsumsi jus ini dapat menyembuhkan kondisi seperti kanker, obesitas, masalah tiroid, dan jerawat–meskipun penelitian masih terbatas.

Oleh karena itu, kamu mungkin bertanya-tanya klaim mana yang meragukan dan mana yang didukung oleh sains. Berikut ini penjelasannya, sebagaimana dikutip dari Healthline.

Manfaat Seller
Jus seledri dapat memberikan beberapa manfaat bila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat. Berikut ini detailnya…

* Hidrasi
Jus seledri sebagian besar terdiri dari air dan dapat membantu kamu tetap terhidrasi. Tetap terhidrasi sangat penting bagi tubuh, tetapi banyak orang tidak mendapatkan cukup air setiap hari. Hidrasi yang tepat membantu mengatur tekanan darah, suhu tubuh, fungsi otak, nutrisi, pembuangan limbah, dan kesehatan ginjal.

* Rendah gula
Jus seledri adalah pilihan yang lebih sehat ketimbang minuman manis. Satu cangkir (240 ml) hanya mengandung 3 gram gula alami. Sementara itu, minuman yang dimaniskan dengan gula seperti soda, minuman olahraga, dan minuman energi menyumbang hingga 37% dari tambahan gula. Memilih minuman rendah gula seperti jus seledri dapat mengurangi asupan gula dan kalori secara keseluruhan.

* Sifat anti-inflamasi
Jus seledri kaya akan senyawa tanaman yang disebut fitonutrien, yang dapat mengurangi peradangan. Senyawa ini berperan sebagai antioksidan dan membantu mengurangi stres oksidatif. Stres oksidatif terjadi ketika molekul tidak stabil yang disebut radikal bebas menumpuk di tubuh. Pola makan kaya antioksidan dikaitkan dengan penurunan tingkat penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan kanker tertentu. Antioksidan juga dapat meningkatkan kesehatan kulit.

Menyehatkan Usus?
Jus seledri dapat memengaruhi usus dalam beberapa cara karena mengandung luteolin (senyawa tanaman yang diduga dapat mengurangi peradangan di usus). Luteolin juga ditemukan di banyak buah dan sayuran seperti brokoli, paprika, dan bayam. Sebuah penelitian selama 12 minggu pada tikus yang diberi diet tinggi lemak menemukan bahwa tikus yang menerima jus seledri yang difermentasi probiotik memiliki jenis bakteri usus lebih sehat. 

Namun, jus seledri yang difermentasi berbeda dengan jus yang baru dibuat, karena mengandung bakteri yang menyehatkan usus. Baik yang difermentasi atau segar, belum ada cukup bukti mengenai luteolin atau senyawa lain yang ditemukan dalam jus seledri untuk menentukan pengaruhnya terhadap usus. Oleh karenanya, diperlukan penelitian termasuk terhadap manusia sebelum mengambil kesimpulan yang pasti.

Ada baiknya mempertimbangkan bagaimana jus seledri itu dibuat–biasanya seratnya disaring. Karena serat adalah kunci kesehatan usus, jus yang disaring kurang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. Jadi, untuk mendapatkan manfaat kesehatan usus yang maksimal, sebaiknya jangan menyaring jus.

Tren Pembersihan Jus Seledri
Meskipun ‘pembersihan’ jus seledri adalah tren kesehatan yang populer, kamu harus skeptis terhadap klaim itu. Seringkali tren ini dibesar-besarkan dan tidak didasarkan pada sains. 

‘Pembersihan’ jus selediri dipopulerkan oleh Anthony William, yang mengaku sebagai pakar kesehatan dan tidak memiliki latar belakang formal di bidang nutrisi atau kedokteran. William mengklaim bahwa jus seledri adalah obat untuk semua penyakit kronis karena kandungannya yang disebut “undiscovered cluster salts” dapat membunuh bakteri berbahaya di usus.

Tidak ada bukti yang mendukung penemuan itu. Selain itu, belum ada uji coba pada manusia yang menyelidiki efek jus seledri terhadap kesehatan. Terakhir, tidak ada bukti bahwa jus seledri mendetoksifikasi tubuh, seperti klaim populer lainnya. Tubuh kamu memiliki sistem detoksifikasi alami yang mencakup hati, ginjal, usus, dan paru-paru. Kamu tidak perlu minum minuman khusus untuk detoksifikasi.

Meskipun beberapa orang mungkin merasakan manfaat kesehatan saat mengikuti ‘pembersihan’ jus seledri, hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh perubahan gaya hidup yang lebih luas seperti membatasi makanan olahan, minum lebih banyak cairan sepanjang hari, atau berolahraga secara teratur. Untuk mengikuti diet jus seledri Anthony William, kamu harus minum 16 ons (475 mL) jus seledri setiap pagi dengan perut kosong. Jumlah ini ditingkatkan menjadi 24–32 ons (710–945 mL) jika kamu memiliki penyakit kronis.

Sayangnya, pembersihan dan diet cenderung mendorong pembatasan kalori berlebihan, yang dapat menyebabkan penurunan berat badan berbahaya, kekurangan nutrisi, dan kelaparan. Penelitian juga mengaitkan pembersihan jus dengan gangguan makan dan hubungan negatif dengan makanan. [IM]

Previous articleBrave New World: Mencari Buku Remaja Yang Makin Sulit
Next articleLindungi Diri dan Komunitas Anda dari Musim Flu