Ira Puspita: Yang Menarik Dan Kreatif Dari Kayu&Co

30
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail



You’re in for a treat
! Bulan ini, Indomedia mewawancarai Ira Puspita, seorang founder
dari bisnis sosial yang ramah lingkungan. Ira membagikan pencerahan yang seru dan bermanfaat sekali untuk kalian yang mau berbisnis di Australia! Psst… katanya tidak sesusah itu, lho, perijinan di sini.

Halo, terima kasih, ya, sudah bersedia di interview oleh INDOMEDIA!
Pertama-tama, boleh ceritakan tentang Kayu&Co.?
Kayu&Co. adalah bisnis yg bergerak di bidang modern decorative homeware.
Sama dengan namanya, yaitu Kayu, kami menjual produk-produk kayu yang
diproduksi oleh pengrajin-pengrajin kayu di desa di seluruh Indonesia. Kata Co. kependekan dari Community, jadi kami fokus untuk membantu menggembangkan
ekonomi usaha kecil di desa.

Apa, sih, yang mendorong kamu membuat Kayu&Co.?
Visi Kayu&Co. adalah untuk membantu mengembangkan ekonomi desa melalui kerajinan tangan yang dibuat oleh pengrajin-pengrajin desa di seluruh dunia. Kami mulai dari pengrajin di Indonesia. Misi kami adalah untuk membuat kerajinan-kerajinan tangan yang dibuat di desa bisa diakses dan dibeli oleh orang-orang di seluruh dunia. Secara tidak langsung kami juga membantu untuk menaikkan ekonomi di sebuah desa agar masyarakatnya tidak perlu meninggalkan desa demi mencari nafkah di kota-kota besar seperti Jakarta.

Bagaimana cara kamu menemukan dan mengontak para pengrajin di pedalaman Indonesia?
Untuk pengrajin di Desa Lodtunduh (Bali) dan Purwosari (Cilacap), kami mendapatkannya dari Instagram. Saya followakunnya Fair Trade Community Indonesia. Jadi, di sana banyak sekali komunitas UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang punya visi dan misi yang sama dengan kami. Jadi, kami berangkatnya dari mencari komunitas-komunitas pengrajin yang sevisi dan semisi. Yang paling membantu, ITPC (Indonesian Trade Promotion Centre) memperkenalkan kami ke pengrajin di desa Ketingan. Kebetulan, mereka titip barang di kantor ITPC Sydney untuk dipajang dan waktu melihatnya kami suka banget dengan hasil kerajinan kayu yang mereka buat. Mereka juga memperkerjakan pengrajin-pengrajin di desa sekitarnya.

Sejauh ini, ada berapa karya yang sudah di rilis? Ceritakan sedikit, dong, tentang produk-produk yang paling digemari..
Kami kebetulan merilis brand dan produk-produk kami tanggal 16 September 2021.
Kami juga memberi promo diskon 20% dengan code WELCOME20 untuk 1 bulan selama promosi. Jangan lupa di pakai, ya!

Sejauh ini produk-produk yang paling disukai menurut survei kami adalah Wooden Bowl Set with Coconut Shell Inlay dan Dustpan and Brush Set. Wooden Bowl Set dibuat di desa Lodtunduh Bali. Coconut shell-nya kami dapat dari sisa batok kelapa di warung sekitar desa. Dustpan kami dibuat di desa Purwasari dengan menggunakan bahan sabut kelapa dan sabut sisal. Bahan kayunya kita dapat dari sisa limbah pabrik furnitur di sekitar desa juga.

Recycle and upcycle, konsep yang menarik! Boleh ceritakan lebih detil tentang prosesnya?
Bahan-bahan yang kami pakai semua datang dari limbah pabrik furnitur di sekitar desa. Contohnya, di Jawa Tengah banyak sekali pabrik furnitur kayu jati. Nah, dari pabrik-pabrik itu mereka pasti menghasilkan limbah balok-balok kayu yang ukurannya cukup besar. Limbah itu kemudian dimanfaatkan menjadi produk-produk rumah tangga yang dekoratif dan didesain modern contemporary yang di sukai oleh market Australia. Jadi, kami mendesain produknya agar ukurannya sesuai dengan limbah kayu yang didapat. Dari limbah yang tidak ada nilainya kami buat jadi produk yang bernilai dan yang bisa memberi pekerjaan bagi orang-orang desa.

Apa saja, sih, tantangan yang kamu hadapi dalam set-up bisnis ini di Australia?
Set-up bisnis di Australia jika dilihat dari sisi legalitas, sebenarnya ijinnya lebih mudah daripada di Indonesia (kecuali makanan dan non-government organisation). ABN untuk sole trader mudah sekali didapat– hanya apply lewat online. Saat ini, saya dapat free mentorship selama 1 tahun dari NEIS program. Sekarang, pemerintah Australia mulai memberi akses untuk mempermudah orang-orang yang ingin memulai bisnis. Jadi, manfaatkan program-program gratis yang diberikan pemerintah Australia, termasuk untuk non-PR dan non-citizen.

Untuk tantangannya sendiri lebih ke pengenalan pasar Australia. Jadi, harus melakukan riset pasar untuk mengenal lebih dalam siapa customer kami, siapa yang mau membeli barang kami, bagaimana cara marketing yang efektif ke mereka, bagaimana industri kerajinan homeware yang kami masuki, apa kekurangan pesaing kami, apa kelebihan yang bisa kami tawarkan ke pasar Australia melalui produk-produk Indonesia ini.

Bagaimana proses melakukan import dari Indonesia ke Australia? Apakah ada pajak importnya?
Untuk proses impor masuk Australia, sebenarnya tidak terlalu susah untuk produk-produk berbahan kayu. Dulu, banyak sekali yang bilang susah untuk masukin kayu ke Australia. Benar, proses wood treatment yang diminta bea cukai Australia lebih ribet dari AS dan Eropa. Tapi, jika kita punya supplier yang berpengalaman di ekspor produk kayu ke Australia dan logistic company di Australia yang mengurus proses masuk ke Australia akan membuat semua proses menjadi mudah. Karena pemerintah Australia dan Indonesia ada free trade agreement, jadi tidak perlu bayar 5% import duty, hanya bayar 10% GST dari total invoice.

Terakhir, bolehkah membagikan tip dan nasihat untuk mereka yang mau membuat bisnis sosial di Australia?
Find your passion, then link your passion to help others. Saat ini, kami dikelilingi oleh banyak sekali peluang yang bisa membantu kami untuk berkembang. Tapi, di sisi lain, banyak sekali orang yang tidak memiliki peluang itu. Alangkah baiknya jika kita bisa membantu untuk memberikan peluang pada mereka agar kita bisa berkembang bersama. Jangan takut untuk memulai. Carilah orang-orang yang mau mendukung dan mengingatkan kita untuk mencoba. There is no harm in trying. Banyak sekali platform terjangkau yang tersedia untuk memulai bisnis kecilmu di Australia.

Thank you for sharing! Kalau mau melihat atau membeli koleksi Kayu&Co. bisa cek di mana, nih?
Cek koleksi Kayu&Co. di www.kayu.co
Instagram: Kayuandco.au
Facebook: KayuAndCo.Au

Thank you for giving me an opportunity to share my passion. Feel free to contact me on ira@kayu.co, jika kalian ada pertanyaan tentang memulai bisnis kecil di Australia. [IM]

Previous articlePerbedaan Gaji Indonesia Dan Australia
Next articlePerencanaan Pemakaman Dimuka