Hal Yang Perlu Diketahui Sebelum Gaya Hidup Tanpa Limbah

90
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Oke, tahun baru 2025 masih enam bulanan lagi. Sebagai pemanasan untuk memulai gaya hidup minim sampah, yuk pelajari poin-poindi bawah ini. Biar nggak kaget saat memulainya.

Limbah terbesar saat ini adalah… plastik. Dan, saat ini juga, kesadaran manusia untuk hidup tanpa limbah yang tidak didaur ulang semakin tinggi. Gaya hidup minimalis, alias membatasi jumlah barang keperluan, menjadi life goal para pemerhati lingkungan. Namun, apakah zero waste lifestyle ini adalah untuk pada akhirnya tidak menghasilkan sampah sama sekali? 

Sejatinya, bisa. Faktanya, sangatlah sulit. Alasannya, kondisi pasar dan ekonomi yang masih linear (beli-pakai-buang). Meski begitu, bukan berarti kita pasif saja, meratapi kondisi pilu ini. Terlebih kita, yang sadar akan bahaya limbah lingkungan ini, seperti disemangati oleh para milenialis yang juga memiliki kesadaran yang sama. 

Nah, hal apa sajakah yang perlu kita ketahui saat ingin memulai gaya hidup tanpa limbah ini? 

1. Ubah Cara Pikir Tentang Sampah
Seperti yang kita ketahui, hidup dikelilingi sampah sangatlah tidak nyaman. Tidak hanya kotor, sampah juga bisa membahayakan sumber kehidupan kalian lainnya. Salah satu contohnya adalah air. Air yang tercemar tentunya akan sangat membahayakan kesehatan tubuh, terutama jika dikonsumsi setiap hari.

Selain itu, udara yang berpolusi dan tanah yang tertutup plastik juga akan membahayakan lingkungan sekitar, belum lagi dengan perubahan iklim dan polusi terhadap makhluk hidup, termasuk manusia. Karena itu, ubahlah mindset kita tentang sampah. Membuang sampah di tempatnya saja tidak cukup, perlu step by step pencegahan dan pemanfaatan sumber daya secara maksimal.

Camkan ini: Sampah tidak hanya plastik dan sampahmu adalah tanggung jawabmu. 

2. Kurangi Pemakaian Produk Sekali Pakai
Memulai gaya hidup zero waste selanjutnya adalah dengan mulai mengurangi pemakaian barang sekali pakai. Contoh barang sekali pakai adalah gelas kopi takeaway, sedotan plastik, tas kresek, bungkus makanan ringan, dan lain sebagainya.

Limbah barang-barang ini adalah limbah terbesar yang sering dibuang ke tempat sampah. Jadi, jika kita ingin memulai gaya hidup tanpa sampah bisa mencegah barang-barang ini dengan cara mengguna ulang yang dapat dimanfaatkan.

3. Memanfaatkan Barang yang Sudah Ada
Salah satu upaya dalam mengurangi sampah rumah tangga berbahan plastik adalah dengan cara memanfaatkannya berkali-kali. Termasuk plastik kresek yang sudah ada di rumah ataupun thinwall yang sudah ada di rumah. Kita tidak perlu membeli tas atau produk baru yang diklaim ramah lingkungan untuk memulai gaya hidup minim sampah. Cari dan manfaatkan secara maksimal dulu apa yang ada di rumah.

4. Hargai Perjalanan Orang Lain yang Mungkin Belum Mengerti Pilihan Gaya Hidup Kalian
Ketika memulai gaya hidup zero waste, banyak orang yang beranggapan bahwa gaya hidup yang kita pilih itu ribet, sulit, mahal, dan lain sebagainya. Terutama bagi mereka yang benar-benar tidak mengenal apa itu zero waste.

Namun begitu, kita tidak bisa memaksa dan mengontrol mereka untuk memahami yang kita lakukan. Tetaplah fokus dengan keputusan kita dan hal-hal yang bisa kita kontrol. Mulailah dari diri sendiri dulu karena keberlangsungan dimulai dari diri sendiri. Memberi contoh adalah cara termudah untuk memperkenalkan gaya hidup yang sedang kita jalankan untuk membuat orang lain mengenal pentingnya zero waste lifestyle.

5. Tidak Instan
Menjalani dan menjadi hidup zero waste adalah bukan sesuatu yang instan. Semuanya dimulai dari keinginan diri sendiri, lalu mencari tahu berbagai hal mengenai gaya hidup ini, dan mencoba sedikit demi sedikit, baby steps, hingga terbiasa.

Banyak orang yang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa terbiasa dengan zero waste lifestyle. Mulailah dengan membawa tas belanja sendiri, membawa botol minum sendiri–baik untuk untuk minuman dari rumah atau membeli minuman di luar, dan lainnya. Melakukan hal tersebut secara terus menerus, tanpa disadari sudah menjadi kebiasaan.

Singkatnya, zero waste lifestyle menjadikan hidup lebih hemat dan disiplin, tetapi ya, butuh waktu untuk menjadi kebiasaan alias gaya hidup.

6. Sebuah Proses, Bukan Menjadi Sempurna
Dalam berkehidupan minim sampah, pasti akan ada kendala, berhenti dan memulai lagi. Di titik memulai lagi  kita akan kembali belajar, berubah, dan menjadi lebih baik. Tidak masalah dan tidak usah khawatir untuk menjadi sempurna. Jadikan zero waste lifestyle sebagai prinsip hidup yang dilakukan secara terus menerus (berproses) .

7. Zero Waste Tak Selalu Zero
Menjalankan gaya hidup zero waste bukan berarti memaksakan semua pemakaian menjadi benar-benar nol. Bahkan ada beberapa orang yang lebih memilih pemakaian istilah low waste daripada zero waste karena lebih masuk akal untuk dilakukan.

Istilah zero waste dipakai agar lebih menekankan pencegahan sebagai konsep utama, yang tujuan pentingnya adalah untuk mengubah hubungan kita dengan bahan-bahan yang dilabeli sebagai sampah, dapat diubah menjadi sesuatu yang berpotensi untuk dipakai kembali.

Bagaimana? Tertarik untuk memulai gaya hidup tanpa limbah? [IM]

Previous articleKeselamatan Kebakaran di Musim Dingin: Langkah-langkah Penting untuk Melindungi Keluarga Anda
Next articleBisakah Manusia Hidup Tanpa Plastik?