Bundo Kanduang Luar Negeri (BKLN) Terbentuk, Kepengurusan Dikukuhkan

76
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Untuk pertama kalinya, organisasi Bundo Kanduang Luar Negeri (BKLN) terbentuk dan kepengurusannya diresmikan pada Sabtu (26/3) lalu. Dalam sebuah seremoni daring menggunakan aplikasi zoom, Prof. Puti Reno Raudha Thaib, Ketua Pimpinan Pusat Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau, mengukuhkan Ketua BKLN yang pertama, Dr Ratna Wijaya (Melbourne – Australia) beserta jajaran pengurus masa bakti 2022-2026.

Hadir memberi sambutan Gubernur Sumatra Barat (yang diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan Propinsi, Drs Syaifullah MM), Prof Fasli Jalal (Pembina Minang Diaspora Network – MDN). Acara juga dihadiri oleh sekitar seratus peserta yang bergabung dari Amerika Serikat, Australia, Turki dan berbagai daerah di tanah air. Mereka adalah jajaran pengurus BKLN, jaringan organisasi Bundo Kanduang dari berbagai daerah serta para tamu undangan dari berbagai organisasi kemasyarakatan Minangkabau.

Di kepengurusan BKLN, Dr Ratna didampingi oleh Wakil Ketua Zulfitri Z Clarke (Florida – Amerika Serikat). Sekretaris dipercayakan kepada Dr Enny Silviani Walsh (Sydney – Australia) dan Belinda Putra (Melbourne – Australia). Bendahara dipegang oleh Mardiana Demir (Bursa – Turkey) dan Yennie Nazar (Sydney – Australia).

Muhammad Afdal St. Labiah (Washington DC – USA) dan Faizul Nurlawis (Melbourne – Australia) dipercaya sebagai penasehat dan pembina.

Kepengurusan juga dilengkapi dengan dengan empat divisi, yaitu (1) Dakwah dan Keagamaan (Koordinator: Dr Hanny Nasution, Melbourne – Australia), (2) Adat Istiadat dan Kebudayaan (Koordinator: Yuyun Harper, Perth – Australia), (3) Hubungan Masyarakat (Koordinator: Amri Darwis, Sydney – Australia), dan (4) Sosial (Koordinator: Yus H. Saad, Sydney – Australia).

Merupakan tantangan tersendiri menyelenggarakan acara daring yang mencakup peserta dari berbagai belahan dunia dengan perbedaan waktunya. Acara dimulai tepat pukul 14.00 waktu Sydney/Melbourne, bertepatan dengan pukul 10.00 WIB. Pada saat yang bersamaan, waktu di Washington DC telah menjelang tengah malam, sementara waktu di Turki masih sangat pagi.

Kelahiran BKLN bisa dianggap sebagai hikmah dari pandemi, ketika komunikasi antar benua menjadi lebih mungkin terjalin melalui fasilitas daring.

Dr Ratna menjelaskan bahwa BKLN adalah organisasi sosial wanita muslim yang mempunyai darah Minang yang berdomisili tetap di luar negeri di seluruh dunia.

BKLN mengusung visi untuk melestarikan dan memperkenalkan adat istiadat dan budaya Minangkabau sesuai dengan falsafah “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK)”, serta mengaplikasikannya di negara dimana bundo kanduang tersebut berdomisili di seluruh dunia.

Untuk jangka pendek, BKLN akan mendata dan merekrut bundo kanduang yang berdomisili di luar negeri untuk menjadi anggota. Diantara programnya, BKLN merencanakan acara “pulang basamo” dan simposium/seminar online secara bergilir di setiap negara. “Kami mengharapkan dukungan dan doa dari masyarakat Indonesia, khususnya Minang, di seluruh dunia”, tambah Ratna.

Seremoni dimoderatori oleh Nani Afdal dari Washington DC (Amerika Serikat). Prof. Raudha Thaib menyambut baik berdirinya BKLN. Dalam amanatnya, Bundo Raudha menekankan peran bundo kanduang sebagai wujud kepemimpinan perempuan Minang dalam menjaga pilar ABS-SBK, terutama dalam menghadapi perubahan zaman dan arus globalisasi.

Kepala Dinas Kebudayaan menekankan peran penting bundo kanduang sebagai penyangga rumah gadang dalam sistem matrilineal dan mengharapkan kerjasama BKLN dengan komponen masyarakat di tanah air dan utamanya dengan Pemerintah Propinsi Sumbar.

Pesan senada disampaikan oleh Prof. Fasli Jalal tentang peran bundo kanduang sebagai “guardian” dari keluarga dan masyarakat, sebagai limpapeh rumah gadang yang antisipatif akan tantangan serta resiko di masa depan.

Rangkaian acara pelantikan pengurus BKLN diawali dengan pembacaan tilawah dan diakhiri dengan pembacaan doa. Rangkaian acara menjadi lebih indah dengan dinyanyikannya lagu “Hymne Bundo Kanduang” dan lagu klasik “Minangkabau”. Acara diakhiri dengan ramah tamah dan tanya jawab dengan para peserta. [IM]

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi:
Dr Enny Silviani Walsh
(WA: +61 421 251 915, Email: enny_silviani@hotmail.com)

Previous articleCovid-19 Vaccine and Booster Information for Muslim Community
Next articlePengukuhan Pengurus Indonesian Australian Senior Citizen Association periode 2021-2023