Bea Siswa IISMA Untuk Kuliah di Australia National University

42
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Pemerintahan Indonesia membuka kerja sama dibidang pendidikan dengan  Australia National University (ANU). Kebijakan Kampus Merdeka Belajar memberikan kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk kuliah di Australia selama satu semester melalui seleksi Indonesian International Student Mobility Award (IISMA). Hal ini merupakan pelaksanaan salah satu program unggulan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI (Kemendikbud Ristek RI).

Kesepakatan dengan pihak ANU telah dilakukan dengan kunjungan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) RI Canberra, Mukhamad Najib didampingi Ghofar Ismail, koordinator fungsi penerangan, sosial dan budaya serta Farah Fahma selaku dosen universitas Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 22 November 2021.

Kedatangan Atdikbud bersama Tim diterima oleh Jonathan Dampney selaku Direktur ANU International office, Amanda Barry, Direktur Future Student, Anthony Nelligan, Senior Manager Regional Partnership Development dan Dale Druhan, Manager International Development.

Menurut Najib, IISMA merupakan program beasiswa dari Pemerintah Indonesia untuk membiayai mahasiswa dalam rangka melakukan mobilitas internasional berupa studi satu semester di universitas top dunia.

“Program ini dikhususkan bagi mahasiswa sarjana untuk bisa kuliah selama satu semester atau 4-6 bulan di universitas mitra di luar negeri dengan tujuan untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan, komunikasi antar budaya, mengembangkan jaringan internasional dan merasakan budaya negara lain,” jelas  Najib.

Australian National University (ANU) merupakan salah satu universitas terbaik di Australia dan masuk dalam daftar Top 100 universitas dunia berdasarkan QS 2021. 

Dalam kesempatan tersebut, Amanda Barry selaku Direktur Future Student ANU menyatakan sangat tertarik terhadap program IISMA ini. Selama ini ANU telah banyak menerima mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia. Namun yang berbeda dengan program IISMA ini menurut Amanda adalah karena program ini dikhususkan bagi mahasiswa sarjana.

“Tentu akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa sarjana jika memiliki pengalaman internasional, selama ini mahasiswa internasional yang datang ke ANU lebih banyak mahasiswa pasca sarjana baik master maupun doctoral. Dengan program ini tentu akan sangat menarik melihat mahasiswa sarjana dari Indonesia hadir dan belajar bersama mahasiswa internasional lainnya di ANU,” sambutnya.

Sementara Dale Druhan selaku manajer International Development menilai program IISMA sangat penting bagi mahasiswa Indonesia, khususnya mahasiswa program sarjana. Dale yang pernah belajar satu semester di Universitas Gadjah Mada ini mengatakan sangat besar manfaat yang didapat oleh mahasiswa yang berkesempatan studi di luar negeri.

Dirinya mengaku belajar banyak tentang ragam budaya selama berada di Yogyakarta dan hal itu menurutnya sangat berguna bagi pengembangan karirnya. Dia berharap program ini bisa segera terlaksana dan ANU bisa ikut berpartisipasi.

Najib menambahkan, program beasiswa ini meliputi pembayaran uang pendaftaran dan uang kuliah selama satu semester, biaya hidup dan akomodasi, tiket pesawat serta biaya tes PCR dan karantina jika dibutuhkan.

Adapun persyaratan mahasiswa yang bisa mengikuti program ini antara lain adalah mahasiwa yang sudah duduk di semester 4-6, memiliki nilai IELTS 6.0 atau TOEFL iBT 78, dengan nilai IPK minimum 3.0.

Pada program IISMA 2022, tak semua universitas luar negeri bisa berpartisipasi. Pemerintah Indonesia hanya mengundang top 5 universitas di masing-masing negara atau universitas yang masuk dalam daftar top 100 QS 2022 Ranking. Universitas yang boleh berpartisipasi juga harus sudah memiliki pengalaman dalam menerima mahasiswa internasional, khususnya mahasiswa Indonesia.

Program IISMA sendiri sudah berjalan sejak tahun 2021. Saat itu terdapat 73 universitas dari 30 negara yang terlibat dalam program ini. Australia tidak bisa berpartisipasi pada tahun lalu karena pandemi. Untuk tahun 2022, ada dua universitas Australia yang diundang untuk berpartisipasi dalam IISMA, yaitu Australian National University dan University of Melbourne. [IM]

Previous articleGuru Bahasa Indonesia di Canberra Kumpul di Pusat Kebudayaan Indonesia
Next articleArti Penting Cowra Di Hari Pahlawan Nasional