Australian Border Force (ABF) Menyelamatkan Dua Nelayan Indonesia ke Darwin

66
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail

Pemerintah Australia khususnya Australian Border Force (ABF) telah menyelamatkan dan mengangkut dua nelayan Indonesia ke Darwin dengan menggunakan Kapal Patroli ABF. Melki Giri (36 tahun) dan Habel Kanuk (43 tahun) adalah dua dari tiga nelayan yang selamat dari insiden tenggelamnya kapal motor (KM) Kuda Laut pada tanggal 18 Maret 2022 di perairan Australia, sebelah barat Ashmore Reef.

Pada saat ketibaan di Pangkalan AL Australia (Navy Base) Darwin tanggal 22 Maret 2022, keduanya langsung menjalani tes antigen sebelum diberangkatkan ke Royal Darwin Hospital (RDH) untuk pemeriksaan kesehatan lebih lanjut. Saat ketibaan di Darwin, kedua WNI dalam kondisi baik dan normal tanpa gangguan kesehatan yang serius.

Konsul RI Darwin Bapak Gulfan Afero diberikan akses untuk menemui kedua WNI tersebut, di kesempatan mana beliau mengimbau kepada kedua WNI untuk bersifat kooperatif dan mengikuti seluruh proses penanganan yang dilakukan oleh otoritas Australia termasuk pemeriksaan kesehatan dan penyelidikan lebih lanjut. 

Kedua WNI menyampaikan bahwa mereka berasal dari desa Hundihuk, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote, Nusa Tenggara Timur. Pada tanggal 17 Maret 2022 (pagi), bersama 10 nelayan lainnya, mereka berangkat menggunakan KM Kuda Laut menuju perairan Australia untuk menangkap ikan. Namun demikian, pada tanggal 18 Maret 2022 (pagi) Kapten kapal mengalami kesulitan dalam mengendalikan kapal karena angin kencang dan ombak besar, sehingga menyebabkan kapal terbalik dan kemudian tenggelam.

Akibat insiden ini, sembilan nelayan hilang terbawa arus laut sementara tiga lainnya terombang-ambing dan berusaha menyelamatkan diri dengan berpegang pada badan kapal yang telah hancur sebelum kemudian diselamatkan oleh kapal berbendera Singapura.

Melki Giri dan Habel Kanuk kemudian dipindahkan ke Kapal Patroli Australian Border Force (ABF) dan dibawa ke Darwin. Sementara itu, Riki Balu, nelayan lainnya yang mengalami sakit kritis, diangkut menggunakan helikopter ABF menuju Australia Barat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Dalam kesempatan tersebut, Konsul RI sempat melakukan pertemuan dengan Komandan Operasional Pangkalan Angkatan Laut ADF di Darwin, Moses Raudino, dan menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas seluruh bantuan dan fasilitas yang telah diberikan pihak Australia khususnya ABF dalam penanganan ketiga nelayan Indonesia yang selamat dari insiden ini.

Kedua WNI kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan di RDH dan diperoleh informasi bahwa Melki Giri terpapar Covid-19. Dengan demikian, baik Melki Giri maupun Habel Kanuk harus menjalani masa karantina lebih kurang 10 (sepuluh) hari sebelum penanganan lebih lanjut. Saat ini, oleh otoritas Australia, keduanya ditempatkan di Frontier Hotel, Darwin. KRI Darwin juga telah memberikan bantuan seperlunya berupa sandang dan pangan sebagai bagian dukungan yang dapat diberikan ketika ada WNI yang menghadapi masalah di luar negeri. Konsul RI sebelumnya juga sempat mengunjungi kedua WNI di RDH dan memfasilitasi komunikasi keduanya dengan keluarga mereka di Tanah Air.

KRI Darwin saat ini terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan otoritas terkait setempat, khususnya pihak ABF dalam memberikan pendampingan sebagai bentuk kepedulian dan keberpihakan selama kedua WNI berada di Darwin hingga terlaksananya proses repatriasi ke Indonesia. [IM/KRI Darwin]

Previous articleDubes Siswo Pramono Minta Mahasiswa Indonesia di Australia Bangun Jaringan
Next articleDubes Siswo: Penguatan Bahasa Indonesia di Australia Bisa Tingkatkan Rasa Saling Percaya