ALENG: Inspirasi Car Detailer/Song Writer

145
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail

Hi, semua, biasa saya dipanggil Aleng, asal kota kelahiran saya Pontianak. Profesi saya sekarang sebagai car detailer/yang dikenal poles mobil di daerah Parramatta. Nah, hobi saya kebetulan bermain musik seperti piano, gitar, drum, dan membuat lagu di kamar.

Passion saya nggak muluk-muluk, hanya menjadi berkat melalui apa yang saya ada, entah itu materi atau karya yang saya buat seperti lagu rohani bahkan lagu sekuler yang sedang saya garap saat ini (masih dalam proses).

Bercerita soal lagu yang saya buat pastinya luar biasa, yaitu saya sering dikasih semacam pewahyuan ketika saya sedang tidur ataupun melakukan aktifitas lainnya seperti:

1. Dalam kondisi tidur, tiba-tiba dalam keadaan setengah sadar saya bisa mendengarkan nada dan lirik lagu di dalam pikiran.

2. Saat menyetir, tiba-tiba ada nada yang terlintas di kepala saya.

3. Sedang jalan-jalan di depan gereja, tiba-tiba ada nada dan sepenggal lirik.

Itu semua berbicara tentang lagu rohani. Waktu itu saya tidak menganggap itu sebagai sesuatu yang wow atau sesuatu karunia yang Tuhan Yesus kasih yang mungkin tidak dimiliki oleh semua orang. Namun, ketika saya sedang penyembahan di kamar,
saya sadar kalau itu karunia yang tidak dimiliki semua orang.

Nah, mengapa saya mau memproduksi lagu? Suatu kali, seorang teman bertanya,
“Leng, itu lagu siapa yang ada di IGTV Instagram?” Dalam hati kecil, saya berpikir,
“Aduh, itu lagu yang saya tulis dan sudah ada nama saya di bawah lagunya, pencipta: Aleng Sung.” Oh, saya pikir mungkin dia tidak lihat. Ketika saya kasih tahu kalau itu
lagu saya, dan ternyata dia diberkati melalui lagu itu, yang waktu itu belum sempat
saya aransemen ulang.

Beberapa sosok penyanyi idola saya yang pastinya adalah Sidney Mohede dan Frangky Kuncoro. Kebetulan, waktu itu kak Frangky sedang membuat program di Instagram
live yang bertema Lagu Baru, di mana beliau menyampaikan kalau semua orang bisa membuat lagu melalui perenungan, penyembahan ketika di rumah atau di manapun,
tua dan muda pasti bisa memuji Tuhan melalui lagu. Bisa bernyanyi atau tidak,
itu pun tidak jadi masalah bagi kita untuk menyembah Tuhan, melalui lagu.
Intinya siapa pun bisa bermazmur bagi Tuhan.

Nah, kak Frangky live di Instagram itu sebenarnya sudah malam banget untuk saya
yang tinggal di Sydney, yang besoknya harus bangun pagi untuk kerja. Tapi, saya
tetap semangat untuk ikut live itu dan tidak disangka-sangka, nama aku dipanggil
kak Frangky untuk coba menyanyikan satu lagu aku sendiri. Setelah aku menyanyikan,
kak Frangky bilang, mungkin alangkah baiknya bagian ending dari lagu diganti kalimatnya. Dari situ saya langsung berkeinginan untuk berkolaborasi bersama Kak Frangky.

Lalu, saya menghubungi kak Frangky melalui Whatsapp dan kerja sama dimulai yang mana saya harus share semua lagu, lirik, nada, dan pengalaman saya kepada Kak Frangky dan kita mulai cari waktu kapan untuk bisa mengikuti kelas private mentoring lagu. Singkat cerita, saya melakukan Zoom dengan kak Frangky dan berhasil menyelesaikan 11 lagu–setiap satu lagu kira-kira memakan waktu 3-4 jam, bahkan ada yang sampai dua hari.
Di situ saya sharing, dan kita sama sama mencari arti lirik lagu dan kebenaran-Nya
melalui Alkitab supaya semakin tajam melalui lirik dan pesan.

Untuk aransemen musik, saya juga dibantu oleh Kak Lucky Barus, drummer oleh
Ko Handy Salim dan mixing masteringoleh Ko Kristian Choi.

Pesan saya pada pembaca adalah bakat apa pun yang Tuhan taruh di hidupmu, jangan pernah engkau sia-siakan. Walau hanya satu orang saja yang engkau berkati itu sudah lebih dari cukup, apalagi banyak! Karena kita hanyalah alat untuk kemuliaan-Nya.
Intinya, seberapa hancur atau berdosanya kita, ketika Tuhan mau pakai, tiada
yang mustahil bagi Tuhan untuk mengubahkan yang menurut dunia mustahil.

Bagi saya paskah yang kemarin lewat ini bukan hanya tentang telur yang diwarnai, dekorasi yang indah di gereja, tapi lebih kepada apakah saya sudah bangkit dari dosa
saya dan menjadi manusia yang baru setiap saat (saya tahu pastinya tidaklah mudah, tetapi kita harus berusaha bangkit dari masalalu kita dan memperbaiki gambar diri
kita yang rusak agar berkenan kepada Yesus. Sekali lagi, itu tidaklah mudah tapi bisa.

Terima kasih sudah membaca kisah saya. Karya saya bisa didengarkan di semua digital platforms, salah satunya Spotify melalui link berikut ini: https://open.spotify.com/album/1PDWyi0ep3MFUe728cXnVc?si=JgkVh4xSSg26BPjwtf6RXg

Semoga karya saya dapat memberkati pembaca Indomedia. [IM]

Previous articleJessica Halim
Next articleSOSOK KARTINI INDONESIA DI AUSTRALIA