Ajang Silaturahmi dalam Iftar Bersama Minang Saiyo Sydney

45
Facebooktwitterpinterestlinkedinmail


Di bulan Ramadan 1443H, acara taraweh bersama, menu kolak pisang untuk berbuka dan hidangan gulai cancang untuk makan malam tentu bukanlah hal yang asing di tanah air Indonesia. Kalau di Sydney, hal tersebut menjadi momen istimewa. Hal ini lebih kepada rantau yang jauh dan belahan bumi yang berbeda. Ramadan juga menjadi pengobat rindu akan kampung halaman.

Buka puasa (iftar) bersama digelar oleh Minang Saiyo Sydney pada Sabtu (16/04) di Greenacre Citizen Centre. Suburb Greenacre berada di lokasi yang relatif strategis di wilayah barat metropolitan Sydney. Hadirin berdatangan dari jarak radius 30-40 km dari lokasi acara.

Seperti biasa, hidangan yang disajikan merupakan sumbangan sukarela dari para hadirin yang diorganisasikan oleh panitia penyelenggara iftar bersama.

Yang hadir bukan hanya masyarakat Minang di Sydney, turut hadir pula komponen masyarakat Indonesia lainnya yang berhimpun dalam Indonesian Community Council (ICC NSW) dan Indonesian Diaspora Network (IDN).

Konsul Jendral Republik Indonesia di Sydney, Vedi Kurnia Buana, menyampaikan permintaan maaf karena berhalangan hadir dan mengutus Abdul Nazar (Konsul Informasi, Sosial dan Budaya) dan Ahmad Firman Sejati (Konsul Ekonomi) sebagai perwakilan KJRI.

Abdul Nazar mengapresiasi kehadiran generasi muda masyarakat Indonesia di Sydney dalam acara iftar bersama tersebut dan menekankan pentingnya keterlibatan mereka.

Ceramah Ramadan disampaikan oleh Sheikh Nofriadi Nosky. Salat berjamaah diimami oleh Ustad Ali Abdullah. Keseluruhan rangkaian acara dipandu oleh MC Ikhsan Zakir.

Minang Saiyo Sydney adalah organisasi perantau Minang di Sydney yang telah berdiri sejak tahun 1987. Dalam kegiatan-kegiatannya, Minang Saiyo bersikap inklusif dengan melibatkan komponen masyarakat Indonesia lainnya di Sydney dalam satu semangat kebangsaan Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua Minang Saiyo, Dr Zulfan Tadjoeddin, mengingatkan bahwa puasa adalah ibadah yang bersifat sangat privat karena tidak ada yang tahu apakah seseorang berpuasa atau tidak selain Tuhan dan orang yang bersangkutan. Sedangkan momen iftar bersama lebih menonjolkan dimensi hubungan atar sesama manusia untuk saling menjalin dan memelihara silaturahmi.

Diumumkan pula agenda Halal Bi Halal Minang Saiyo Sydney pada bulan Mei setelah Idul Fitri yang akan dikemas dalam bentuk acara makan siang sambil berlayar menyusuri Sydney Harbour yang cantik dengan Vagabond Princes Lunch Cruise. [IM]

Previous articleQUIRKY, PRETTY POTTERY
Next articleKonjen RI Sydney Ajak Ribuan Jamaah Shalat Idul Fitri Doakan Perang Dan Konflik Segera Mereda