TEH ATAU KOPI? KENALI DULU MANFAATNYA!

67
Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

Teh atau kopi tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia, apalagi di era modern seperti sekarang ini. Teh dan kopi sudah menjadi kebutuhan dan gaya hidup bagi hampir setiap orang. Ada yang merasa lebih tenang setelah minum teh, namun ada juga yang merasa lebih bersemangat setelah minum kopi. Lepas dari apakah anda penikmat teh atau kopi, atau kedua-duanya, apakah anda tahu kapan waktu terbaik untuk meminum dua minuman ini?

Teh pada awalnya sudah menjadi kebudayaan turun temurun dari masyarakat Cina, lalu berkembang hingga ke India, dan mulai masuk ke Indonesia. Kebudayaan ini diwariskan turun temurun hingga saat ini. Teh terbukti memberikan efek menenangkan, membantu rileksasi aliran darah, serta mengobati dan mencegah peradangan. Menurut proses oksidasinya, teh dapat dibagi menjadi teh putih, teh hijau, teh merah, dan teh hitam. Untuk di Indonesia sendiri, kita dapat dengan mudah memperoleh teh hijau atau teh hitam di supermarket ketika belanja kebutuhan rumah tangga.

Penelitian juga membuktikan bahwa peminum teh secara rutin dapat memperkecil resiko penyakit jantung dan stroke. Teh membantu memberi nutrisi kepada otak kita. Diantara berbagai jenis teh yang ada, teh hijau terbukti yang mempunyai efek positif terbesar bagi kesehatan manusia. Anda juga perlu mengetahui bahwa di dalam teh yang anda minum, ada kandungan kafein meski tidak sebesar kopi. Oleh sebab itu, anda tetap perlu berhati-hati berapa gelas yang dapat dikonsumsi per harinya. Dalam sebuah studi, mengkonsumsi teh sambil makan berdampak pada pengeroposan zat besi sebanyak 62%, sementara jika mengkonsumsi kopi hanya sebesar 35%.

Lantas, bagaimana cara yang baik untuk menikmati secangkir teh? Mudah saja, kurangi penggunaan gula pada teh anda. Teh baik dinikmati panas atau dingin. Jika anda ingin tetap merasakan teh yang manis, anda dapat mengganti gula yang biasa anda pakai dengan madu, daun mint, atau kayu manis. Untuk berkurangnya zat besi dari dalam diri anda karena konsumsi teh yang berlebihan, sangat dianjurkan anda untuk rajin mengkonsumsi buah-buahan seperti kiwi dan stroberi. Sayuran hijau seperti brokoli dan bayam juga baik untuk mengganti zat besi yang hilang.

Berikutnya, kebaikan teh akan dirasakan dengan memperhatikan waktu menyeduhnya. Tentu saja semakin lama anda menyeduhnya, semakin pekat teh yang anda dapatkan. Jika anda tidak menyukai teh yang pekat maka buatlah dalam beberapa porsi gelas sekaligus sehingga anda dapat membagikan dengan teman atau rekan yang ada di sekitar anda. Mengkonsumsi teh lebih dari 2 gelas per hari akan mengakibatkan dampak kurang baik baik lambung anda. Jadi cukup satu gelas setiap hari.

Lalu, bagaimana dengan kopi? Apakah kopi lebih aman dari teh? Belum tentu. Semua tergantung dari pola anda mengkonsumsi kopi. Jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat, kopi dapat membantu anda dalam beraktivitas dan berkonsentrasi. Penelitian pun sudah membuktikan jika kopi dapat membantu mengurangi resiko penyakit diabetes tipe 2, beberapa jenis kanker dan parkinson.

Kopi yang biasa anda dijumpai di kedai kopi atau supermarket biasanya dari golongan Arabica atau Robusta. Dua jens kopi inilah yang paling familiar di pasaran. Arabica mempunyai karakter yang lebih “halus” dari segi rasa dibandingkan dengan Robusta. Masyarakat Indonesia secara mayoritas menyukai citarasa kopi Robusta yang lebih “kuat”.

Dibanding dengan teh, kandungan asam dalam kopi lebih tinggi. Oleh karenanya banyak yang suka mengeluhkan sakit perut setelah mengkonsumsi kopi. Bahkan jika mengkonsumsi kopi dalam waktu yang lama, dapat membuat tulang lebih cepat rapuh dan mudah patah. Untuk itu, bagi anda yang mempunyai kecenderungan memiliki tulang yang rentan, sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter dan mulai mengurangi mengkonsumsi kopi.

Tapi jangan khawatir, anda tetap bisa menikmati kopi asalkan tidak melebihi 2 gelas per harinya. Tambahan perasa seperti gula cair, sirup, whipped cream, atau bahkan gula diet sebaiknya dihindari saat anda sedang mengkonsumsi kopi. Gunakan pemanis dari gula merah secukupnya saja. Anda bisa memilih bubuk vanilla, coklat, atau kayu manis, untuk memperkuat aroma. Saat ingin mengkonsumsi kopi, biasakan untuk mengisi perut terlebih dahulu dengan makanan yang padat, namun hindari jumlah karbohidrat yang terlalu berat. Karbohidrat, kopi, dan susu jika dikonsumsi dalam waktu berdekatan akan membuat perut anda bekerja terlalu keras, dan akibatnya anda akan merasa nyeri di bagian perut.

Untuk penyajiannya, perhatikan perbandingan kopi dengan air ketika anda menyeduhnya. Tergantung selera, anda dapat mengatur sendiri apakah anda lebih menyukai kopi yang bercitarasa kuat atau yang lebih ringan di lidah. Pada akhirnya, baik kopi dan teh akan bermanfaat jika dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan diri anda. Yang terpenting, jangan terjebak dalam kebiasaan mengkonsumsi teh dan kopi demi membuat anda rileks atau terjaga sepanjang hari sampai-sampai anda kebablasan. Sayangi tubuh anda sendiri dengan mengenali apa yang anda butuhkan!

Please follow and like us: