Suplemen Untuk Kesehatan, Perlu Atau Tidak?

10
Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

Tingginya intensitas bekerja atau aktivitas di luar rumah kerap membuat masyarakat urban kurang istirahat. Belum lagi gaya hidup yang tidak sehat, serta polusi udara dan cuaca yang tidak menentu. Tentu hal ini menjadi pemicu timbulnya beragam gangguan kesehatan. Mulai dari badan yang kurang fit, stres, hingga menderita berbagai macam penyakit. Bahkan memperburuk penampilan seperti kulit kering dan keriput, serta rambut menjadi kurang sehat.

Padahal kesehatan adalah aset yang paling berharga bagi manusia. Dan semakin kesini, banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjaga tubuh agar tetap sehat dan bugar. Di antaranya dengan menjaga pola makan dan berolahraga secara teratur. Namun, waktu yang terbatas seringkali membuat kita tidak sempat berolahraga dan mengabaikan gaya hidup sehat. Hal ini mengakibatkan nutrisi bagi tubuh tidak tercukupi.

Saat kita tak sempat mengonsumsi makanan sehat, suplemen makanan bisa menggantikan peran tersebut. Untuk memastikan tubuh tetap mendapat asupan bahan makanan yang baik dan menyehatkan, kita sangat memerlukan suplemen makanan. Salah satu faktor yang membuat kita membutuhkan suplemen makanan adalah bahwa zaman telah berubah. Di zaman orangtua kita, makanan terasa lebih natural.

Dulu, orang terbiasa makan bersama di rumah, makan masakan rumah yang dibuat dari bahan-bahan segar. Beberapa di antaranya mungkin dipetik dari kebun atau ladang milik sendiri. Namun sekarang, seiring urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi, pola serta gaya hidup pun berubah. Bangun pagi, warga kota sudah disibukkan untuk bergegas sampai di kantor atau sekolah. Kita kini lebih banyak menghabiskan waktu unuk beraktivitas ketimbang memikirkan makan sehat.

Selain itu, mendapat bahan makanan yang masih segar dirasa tidak semudah dulu. Yang ada malah bahan makanan, baik itu buah-buahan atau sayuran yang mengandung zat kimia karena petani menggunakan pestisida atau pupuk berbahan kimia saat menanamnya. Alih-alih mengonsumsi makanan sehat, diam-diam kita menumpuk racun dalam tubuh kita. Belum lagi, karena sibuk aktivitas di luar rumah, kita terbiasa makan di mana saja, bisa di restoran mahal atau makanan pinggir jalan. Pertanyaannya kemudian, apa kita yakin sepenuhnya makanan yang kita makan dari tempat-tempat makan itu berasal dari bahan-bahan yang menyehatkan tubuh?

Ada banyak kondisi yang menandakan tubuh kita membutuhkan suplemen. Biasanya kita membutuhkan tambahan vitamin ketika sedang sakit, kurang nafsu makan, penyerapan makanan yang tidak baik, dan pada saat banyak beraktivitas atau banyak energi yang terkuras. Gejala-gejala seperti sariawan, dehidrasi, atau gusi berdarah merupakan tanda bahwa tubuh memerlukan tambahan vitamin.

Jika kita membiarkan keadaan tersebut hingga larut dapat menyebabkan penurunan vitalitas dan imunitas tubuh. Selain itu, orang tua yang berusia di atas 50 tahun juga membutuhkan tambahan vitamin karena tidak memiliki gigi yang lengkap dan nafsu makan yang sudah berkurang. Dengan demikian, metabolisme tubuh mereka tidak bekerja sebaik ketika mereka masih muda. Oleh karena itu, sebelum tubuh kita terserang penyakit akibat menurunnya fungsi metabolisme, memberikan asupan tambahan makanan menjadi usaha yang tepat.

Pada dasarnya, suplemen adalah zat-zat nutrisi tambahan yang dikonsumsi bila tubuh mengalami penurunan fungsi metabolisme. Suplemen berfungsi sebagai makanan tambahan yang akan melengkapi zat-zat nutrisi dalam tubuh. Umumnya, suplemen makanan kesehatan berasal dari bahan-bahan alami tanpa bahan kimia dan merupakan saripati bahan makanan. Kini suplemen telah tersedia dalam berbagai macam bentuk, antara lain kapsul, bubuk, tablet, ataupun cairan.

Yang juga perlu diperhatikan yaitu bahwa setiap manusia mempunyai struktur organ tubuh, jaringan, sel-sel dan fungsi yang berbeda dari manusia lain. Sehingga, kecukupan gizinya pun berbeda. Karena itu, tiap orang membutuhkan asupan suplemen makanan yang berbeda sebagai pelengkap kebutuhan asupan zat gizi.

Suplemen vs Obat, apa bedanya?

Berbeda dengan obat, suplemen termasuk dalam golongan makanan. Karena terbuat dari bahan-bahan alami, golongan ini tidak perlu diuji klinis untuk mengetahui efektivitasnya. Suplemen boleh dijual secara bebas tapi tidak boleh diklaim memiliki khasiat untuk mengobati penyakit seperti halnya obat-obatan. Sekalipun suplemen termasuk dalam golongan makanan, namun sifatnya hanya menambahkan atau melengkapi, tidak berperan sebagai pengganti makanan.

Banyaknya pilihan suplemen yang ditawarkan para produsen, membuat kita terkadang sulit untuk memutuskan salah satu yang paling tepat bagi kita. Sebelum mengonsumsi suplemen, kita harus betul-betul mengetahui zat dan nutrisi apa yang sedang dibutuhkan oleh tubuh kita sendiri, sehingga mampu menyesuaikan jumlah yang tepat dari suplemen yang akan kita konsumsi. Dengan mengkonsumsi suplemen makanan yang tepat, Anda bisa merasakan energi tubuh bertambah dan tak mudah terserang penyakit. Tanpa penyakit, aktivitas tak terganggu dan hidup Anda lebih produktif.

Produsen suplemen yang bertanggung jawab biasanya mencantumkan catatan tambahan mengenai zat tambahan, efek samping, cara pemakaian, dan cara penyimpanan produknya. Perhatikan dengan seksama keterangan yang terdapat dalam setiap kemasan suplemen, agar kita mendapatkan hasil yang maksimal.

Please follow and like us: