Soundquriang 4: Spirit of Khatulistiwa

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

Soundquriang 4: Spirit of Khatulistiwa, yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) Macquarie University, telah sukses digelar di Enmore Theatre, Newtown, pada hari Jumat, tanggal 1 September 2017. Acara ini berhasil melanjutkan kesuksesan pendahulunya, yakni Soundquriang, Soundquriang II, serta Soundquriang III, dimana semua mimpi yang didukung dengan doa dan kerja keras dari 34 anggota komite terbayar di hari itu. Acara ini berhasil memadukan unsur budaya Indonesia dengan konser musik yang memukau penonton. Selain itu, acara ini juga mampu mengobati rasa kangen warga Indonesia di Sydney akan musik Indonesia. Dari segi jumlah penonton, acara ini sukses dipenuhi 900 orang penonton yang memenuhi Enmore Theatre.

Acara ini diawali dengan penampilan yang memukau yang terkonsep rapi, dengan diawali dengan ‘modern dance’ dari tiga mahasiswa Indonesia dari Macquarie University, dilanjutkan dengan penampilan angklung, kulintang, serta nyanyian dari Angklung INDOSYDNEY16, dan ditutup dengan penampilan dari Suara Indonesia Dance Group, yang menampilkan tarian tradisional Indonesia. Selanjutnya, acara ini dilanjutkan dengan penampilan yang sungguh menghibur dari Project Pop, yang mampu membuat hadirin terlarut dalam tawa, melalui penampilan kocak dan energik. Lalu, penonton dibuat terbuai oleh suasana galau yang dengan sukses dihadirkan oleh Tulus, melalui lagu-lagu hits yang dibawakan dengan penuh penghayatan dengan suaranya yang khas, dan ditutup dengan penampilan yang energik dan interaktif dari Nidji, yang sukses membuat seluruh penonton di Enmore Theatre bangkit dari kursinya dan menggetarkan Enmore Theatre. Kombinasi ini telah sukses menghadirkan senyum puas di wajah penonton, memberikan kenangan indah yang tak terlupakan, dan mengobati rasa kangen pengunjung akan musik Indonesia di akhir acara.

Para anggota komite dari Soundquriang 4, yang dipimpin oleh project manager William Perdana Kwandou dan ketua PPIA Macquarie University Trijayawan Haryono, juga begitu bahagia dan puas dengan keberhasilan acara ini, yang didapat melalui kerja keras selama 6 bulan sebelum acara. Selain itu, komite Soundquriang 4 pun sangat senang karena telah berhasil memenuhi visi dan misi dari acara ini, yakni menjadi anak muda Indonesia yang meskipun jauh dari Tanah Air, namun masih mampu membuat dampak positif kepada Indonesia, dengan cara memperkenalkan budaya Indonesia dan musik Indonesia, meningkatkan rasa nasionalisme warga Indonesia di Sydney agar tidak lupa dengan Tanah Air, dan juga membantu Yayasan Tangan Pengharapan melalui profit yang didapatkan oleh konser Soundquriang 4 ini. Profit ini akan digunakan untuk membantu pembangunan SDN Gentari di Nusa Tenggara Timur, supaya anak-anak yang kurang mampu dapat memperoleh pendidikan yang layak. Semoga acara Soundquriang 4 ini dapat memberikan inspirasi bagi mahasiswa Indonesia di seluruh dunia untuk dapat berkarya dimanapun mereka berada.

Photos by: Pudi Muliawan, Didee Kusnadi, Claudia Dian

Please follow and like us: