Sekeping Cinta Dari Australia

36
Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

Ternyata tidak mudah juga bagi saya untuk bicara tentang NKRI, bahkan di Australia…

Sejak awal kedatangan saya di boikot beberapa pihak. Sama seperti kejadian di Riau Pekanbaru, berbagai isu tersiar. Saya dibilang akan melakukan fitnah, mengadu domba sampai menyebarkan paham syiah.

Tetapi panitia di Sydney terus berjuang supaya saya bisa datang. Sampai hari terakhir menjelang saya berangkat masih saja ada masalah. Terutama pada sisi penerbitan visa, atau surat masuk ke Australia.

Saya mendengar banyak, bagaimana panitia di Sydney tidak menyerah melakukan lobi ke beberapa pihak. Beberapa pengusaha disana yang awalnya ingin mensupport kedatangan saya mundur teratur karena tidak ingin punya masalah dengan keberadaan mereka.

Mengagumkan, melihat bagaimana sebuah proses perjuangan berjalan.

Akhirnya visa keluar juga. Dan acarapun berjalan lancar. Saya sadar, bahkan untuk bicara tentang NKRI pun bisa begitu sulitnya.

Pada saat acara, tiket gratis yang terbagi habis ternyata juga tidak memenuhi gedung acara. Rupanya masih ada yang memboikot kedatangan saya, sehingga mereka tidak hadir dan mengisi bangku yang ada.

The show must go on. Saya berbicara seperti rentetan peluru mengeluarkan keresahan yang sama dengan masyarkat diaspora Indonesia di Australia.

Saya memperlihatkan tayangan bagaimana hoax di produksi oleh kelompok negara-negara yang sama yang menghancurkan Irak dan Suriah, yang juga ingin menghancurkan Indonesia dengan memanfaatkan kelompok ekstrim berbaju agama.

Dan – Alhamdulillah – warga Indonesia di Australia pun mulai terbuka pikirannya. Mereka mendapat jawaban dari pertanyaan selama ini yang ada di kepala akan siapa dan mengapa kerusuhan di Indonesia bisa terjadi. Mereka mulai mendapat gambar besarnya.

Beberapa orang yang tadinya curiga dengan kedatangan saya tetapi tetap datang ke acara, akhirnya mulai terbuka dan menyadari bahwa selama ini mereka ternyata hanya korban hoax dan propaganda.

“Jangan takut..” Itu pesan saya.

Urusan kita di dunia ini bukanlah masalah hasil karena itu urusan yang Maha Kuasa. Tetapi seberapa besar usaha kita, itulah yang akan menjadi poin-poin amal yang berguna untuk kita di kehidupan selanjutnya.

Kebenaran akan menemukan jalannya, seberapa kuat tekanan menghalanginya dan seberapapun lama waktunya.

Secangkir kopi saya angkat tinggi-tinggi untuk saudara-saudara saya di Sydney yang berjuang tanpa kenal lelah demi kecintaan pada negeri indah tanah tumpah darah kita bersama, Indonesia..

Seruput…

www.dennysiregar.com

Please follow and like us: