Pemenang National Australia Indonesia Language Awards (NAILA) 2018

203
Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

Para pemenang National Australia Indonesia Language Awards (NAILA) 2018 diumumkan pada acara penghargaan yang dilangsungkan pada 9 November 2018 di Monash Conference Centre, Melbourne.

Pada tahun ini, NAILA menerima hampir 100 entri untuk 10 kategori lomba dari seluruh negara bagian dan teritori Australia, serta warga Australia yang tinggal di Indonesia, dan warga Indonesia yang sedang menempuh kuliah pascasarjana di Australia.

Pemenang NAILA 2018 (berdasarkan 10 kategori) adalah:

1. Blake Johnson: Primary Awardee
2. Kayla Burnett: Junior Awardee
3. Sreeya Das: Middle Awardee
4. Rya Hwight: The University of Melbourne Asia Institute Senior Awardee
5. Ellen House: The Australia-Indonesia Centre Tertiary Awardee
6. Bryanna Wilson: Executive Awardee
7. Iven Manning: Wild Card Awardee
8. Andrian Liem: Native Speaker Awardee
9. Tom McKenzie: Deakin University Teacher’s Awardee
10. Team ‘Aku Cinta Indonesia’: People’s Choice (Group) Awardees


Para peserta NAILA 2018 dijurikan oleh Dewan Juri yang terdiri dari:

1. Yacinta Kurniasih (Penyair, penulis, pemeran dan dosen Studi Bahasa Indonesia di Sekolah Bahasa, Sastra, Kebudayaan dan Linguistik, Universitas Monash, Melbourne);

2. John H. McGlynn (Salah satu pendiri Yayasan Lontar, anggota pendiri Asosiasi Penulis dan Penerjemah Asia Pasifik dan anggota Komisi Internasional dari Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), PEN Internasional New York, dan Asosiasi Studi Asia.

3. Jane Ahlstrand (Dosen Bahasa Indonesia di Universitas New England serta pemenang NAILA 2015 kategori Wild Card dan NAILA 2017 kategori Tertiary)

4. Svida Alisjahbana (CEO Femina Group, Wakil Ketua Australia-Indonesia Centre (AIC), anggota dewan pendiri dan anggota eksekutif Endeavor Indonesia)

Sementara itu, untuk kategori People’s Choice (Grup), proses penjurian melibatkan publik melalui sistem pemungutan suara online. Ada lebih dari 600 pemilih unik yang memilih video favorit mereka.

Testimoni Direktur NAILA

Sally Hill (Founder & Director) & Maighdlin Doyle (Director): “Pada tahun 2017 lebih dari satu juta orang Australia mengunjungi Indonesia, sedangkan tahun ini Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia hampir final. Namun studi bahasa Indonesia di Australia tidak ada peningkatan. NAILA bertujuan untuk berkontribusi dalam memerangi tren ini.

Pada tahun 2018 NAILA menerima hampir 100 peserta untuk 10 kategori lomba. Selamat kepada semua peserta, para guru dan keluarga mereka karena telah mendukung studi bahasa Indonesia di Australia. Kami sangat berterima kasih kepada dewan juri atas komitmen mereka dalam memperjuangkan studi Bahasa Indonesia.

Kami juga sangat berterima kasih kepada para sponsor dan mitra kami. Terima kasih atas dukungan Anda yang berkelanjutan dan kami berharap dapat berkolaborasi bersama di masa mendatang.

Pada tahun 2019 NAILA berharap untuk memperkuat hubungan dengan sektor publik, swasta dan nirlaba di seluruh Australia untuk memastikan bahwa keterampilan berbahasa dirayakan dan dihargai. Kami percaya bahwa hal itu akan mendorong kolaborasi yang lebih besar dengan para tetangga kami di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia.”

Apa itu NAILA?

The National Australia Indonesia Language Awards, yang diprakarsai oleh Australia-Indonesia Youth Association, adalah lomba pidato tahunan yang mengapresiasi dan mendorong perkembangan pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia.

Siswa sekolah dasar hingga peserta dari kalangan eksekutif diundang untuk ikut serta dalam lomba yang diakhiri dengan acara penghargaan nasional (awards ceremony) dan program jejaring. NAILA adalah kompetisi bahasa pertama yang menyatukan peserta dari beragam kelompok usia dan latar belakang agar mereka dapat berkenalan, saling belajar, dan membimbing satu sama lain.

NAILA bertujuan untuk:

• Mendorong penyerapan pembelajaran bahasa Indonesia di Australia dan membangun dialog bilingual mengenai isu-isu bilateral melalui pidato publik;
• Memberikan penghargaan kepada individu yang sangat terampil dengan memberikan insentif dan bantuan kepada mereka yang sedang belajar atau ingin belajar bahasa Indonesia, dan untuk secara terbuka mengenali mereka yang mahir dalam bahasa Indonesia;
• Menampilkan kemampuan berbahasa ‘tersembunyi’ yang dimiliki Australia. Berbagi kebudayaan, seni, dan opini Australia dengan khalayak Indonesia.

Misi NAILA adalah memberi insentif pembelajaran bahasa dan menghargai kemahiran tingkat tinggi yang dmiliki individu untuk mendorong komunikasi, rasa hormat, dan pemahaman yang lebih mendalam di antara Australia dan Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: https://naila.org.au/

Please follow and like us:
Loading...