Peluncuran Balai Bahasa & Budaya Indonesia – NSW

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

Disaksikan lebih dari 100 tamu undangan, termasuk komunitas dan diaspora Indonesia, Dewan Eksekutif dan anggota BBBI-NSW, beserta keluarga besar KJRI Sydney, BBBI-NSW secara resmi diluncurkan pada tanggal 17 Agustus 2017, bertempat di Wisma Indonesia, Rose Bay.

Peluncuran BBBI-NSW dilaksanakan bertepatan dengan Upacara Bendera peringatan HUT RI ke-72 di Wisma Indonesia. BBBI-NSW merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bertujuan untuk mengadvokasi dan mempromosikan budaya dan Bahasa Indonesia di NSW.

“Pembentukan BBBI-NSW merupakan tindak lanjut terhadap kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Australia pada Februari lalu”, ujar Lydia Santoso, Ketua BBBI-NSW.

Dalam kunjungan kenegaraannya ke Australia pada Februari 2017, Presiden Joko Widodo telah meresmikan BBBI yang sudah didirikan sebelumnya, yaitu BBI-Perth, BBI-Melbourne, dan BBI-ACT. Sebuah langkah yang menggarisbawahi pentingnya menginternasionalisasi Bahasa Indonesia di Australia. Presiden juga telah bertukar pandangan dengan PM Turnbull mengenai pentingnya mempromosikan bahasa dan budaya sebagai bagian dari upaya-upaya lebih mempererat hubungan kedua bangsa.

“BBBI-NSW nantinya akan berkoordinasi dengan lembaga-lembaga pemerintah dan sekolah-sekolah untuk mempromosikan bahasa dan budaya Indonesia pada sekolah-sekolah di NSW, termasuk memberikan dukungan dan informasi bagi para guru yang ingin mengajarkan budaya dan bahasa Indonesia di sekolah-sekolah”, lanjut Lydia Santoso menjelaskan langkah-langkah ke depan.

Sementara itu, Konjen RI Sydey, Dr. Yayan G.H. Mulyana dalam sambutannya menggaungkan arti penting pendirian dan peluncuran BBBI-NSW. Konjen RI juga menjelaskan secara luas jawaban-jawaban terhadap pertanyaan penting ‘Mengapa Bahasa Indonesia?’

“Pada tahun 2050, Indonesia diprediksi akan memiliki ekonomi terbesar ke-4 dunia. Oleh karena itu, penting untuk menguasai Bahasa Indonesia, pertama-tama bagi warga Australia saat ini dan generasi yang akan datang, yang akan terus melakukan bisnis dan dagang dengan pedagang dan pebisnis Indonesia”, Dr. Yayan Mulyana menggarisbawahi.

Di akhir sambutan-sambutan, Dr. Yayan Mulyana didampingi isteri Ibu Irene Mulyana, dan Ketua BBBI, Lydia Santoso bersama-sama melakukan pengguntingan pita, menandai peluncuran secara resmi BBBI-NSW.

(Sumber: KJRI Sydney/Joanne Hajjar)

Please follow and like us: