KOTA WARNA WARNI SEJUKAN HATI!

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

Sebuah kota biasanya terdiri dari bangunan dan gedung tinggi dengan warna dinding yang monoton dan membosankan. Namun bisakah anda membayangkan betapa besarnya pengaruh warna dalam mengubah kesan? Benda-benda yang tadinya tampak kusam atau membosankan akan terlihat lebih cantik jika diberikan warna dengan nuansa yang lebih ceria. Beberapa kota di dunia ternyata ada yang dipenuhi dengan bangunan warna-warni sehingga menyajikan potret kota yang menawan. Tak hanya menarik untuk dikunjungi, tentunya kota-kota ini menjadi tujuan utama bagi para wisatawan yang senang mengabadikan perjalanan mereka dalam sebuah foto. Kalau ingin melihat langsung kecantikannya, datanglah ke tempat ini.

1. Desa Riomaggiore, Italia
Salah satu negara penuh seniman di Eropa adalah Italia. Buktinya, anda bisa melancong ke Desa Riomagiorre yang ada di Cinque Terre, Liguaria, Provinsi La Spezia. Desa yang sudah ada dari abad ke-13 ini benar-benar penuh warna-warni! Bayangkan saja, setiap rumah dan bangunan di desa ini punya beragam warna. Ada warna biru, hijau, merah, kuning, oranye, hingga warna-warna pastel seperti merah jambu dan hijau toska yang terlihat jelas jika para anda mengitarinya.

Penduduk di sini memang sengaja mengecat bangunan dengan warna-warna yang menarik. Jarang sekali ditemukan bangunan yang hanya memiliki satu warna. Setidaknya ada dua warna yang menghiasi bangunan-bangunan di sana. Desa yang berada di bukit ini menghadap ke laut dan memiliki pantai kecil yang bisa dijadikan tempat wisata, terutama saat matahari bersinar cerah. Payung warna-warni tertancap di pasir, dilengkapi dengan kursi panjang yang bisa jadi tempat berjemur melengkapi pantai ini.

Jadi jika dipandang dari jauh, tempat ini seperti susunan lego warna-warni yang ada di tengah alam Italia. Karena keunikannya, Riomaggiore kerap didatangi para pelancong yang ingin melihat sendiri warna-warni bangunan di sini. Siapa saja akan berdecak kagum saat datang ke sini, bahkan banyak traveler yang menyebutnya sebagai tempat tercantik di dunia.

rionagiore

2. Desa Burano, Italia
Selain Desa Riomaggiore, ada satu lagi desa berwarna warni di Italia, yaitu Desa Burano di Pulau Burano, Venesia. Burano didirikan oleh orang-orang Romawi yang melarikan diri dari kota Altino selama invasi barbar. Rumah-rumah Burano awalnya adalah dinding yang terbuat dari tongkat tenun dan kemudian diplester dengan lumpur. Kemudian rumah-rumah semi permanen digantikan oleh rumah-rumah yang terbuat dari batu bata dan penduduk mulai melukis rumah mereka dengan warna-warna cerah.

Asal usul warna tidak diketahui, tetapi menurut cerita legenda, pada abad ke 6, penduduk setempat kebanyakan berprofesi sebagai nelayan. Lalu, setiap habis melaut mereka selalu tersasar pulang karena masing-masing rumah bentuknya sama semua. Akhirnya, mereka mulai mengecat rumahnya dengan tiap-tiap warna. Ada yang berwarna kuning, hijau, merah, biru, dsb. Alhasil, rumah-rumah di Desa Burano penuh dengan berbagai warna yang menambah kesan hidup di lingkungan tersebut. Begitu anda mendaratkan kaki di tempat ini, deretan rumah yang berwarna warni akan siap menyambut anda.

bokap

3. Bo-Kaap, Afrika Selatan
Siapa yang sangka ada desa warna-warni di Afrika. Menurut sejarah, di abad 17, ketika penjajah Belanda menguasai hampir seluruh wilayah Nusantara, pengasingan orang-orang yang menjadi tahanan politik dan budak hingga jauh ke benua hitam, Afrika.

Orang-orang buangan tersebut ditempatkan di Bo-Kaap, sebuah kawasan di Cape Town, Afrika Selatan. Dari generasi ke generasi, mereka beranak-pinak dan akhirnya membentuk perkampungan melayu. Rumah-rumah di Bo-Kaap bercorak khas, paduan antara gaya Timur dan Neoklasik.

Jalan-jalannya masih buatan batu asli dari abad ke-17, ditambah cat rumah yang warna-warni sehingga menambah keunikan kota ini. Pemukiman yang unik itu dikenal sebagai Kampung Melayu atau The Malay Quarter. Desa yang dihuni oleh mayoritas penduduk berkeyakinan muslim ini menjadi kawasan muslim yang paling terkenal di Afrika Selatan dan juga selalu menarik perhatian para turis yang melancong ke daerah ini. Kini, Bo-Kaap menjelma menjadi destinasi wisata yang sangat menarik.

taiwan

4. Rainbow Family Village, Taiwan
Pada awalnya, Rainbow Village di Taichung ini hanyalah sebuah desa biasa, dan menjadi lokasi pemukiman para veteran tentara Taiwan. Tidak ada keistimewaan yang dimiliki desa ini, hingga perubahan itu datang saat seseorang bernama Huang Yung-Fu, veteran tentara Taiwan berumur 86 tahun. Ia menyulap desa tersebut menjadi indah. Dengan jiwa seni yang begitu tinggi, ia mulai melukis seluruh sudut kota menggunakan sisa peralatan seninya sewaktu kecil.

Perlahan tapi pasti, lukisan yang dibuatnya mulai memenuhi seluruh desa. Awalnya banyak warga desa yang keberatan desanya di corat-coret. Namun sejak banyak wisatawan yang datang untuk melihat keindahan lukisan buatan Huang Yung-Fu ini, akhirnya warga desa ikut senang. Karena wisatawan yang datang malah menambah pendapatan dan membuka lowongan pekerjaan bagi para penduduk desa dengan menyediakan penginapan atau menjual kerajinan tangan khas desa tersebut.

Lukisan yang pada awalnya dibuat hanya untuk mengisi waktu, kini justru menjadi daya tarik lebih Kota Taichung. Tak hanya turis lokal, turis mancanegara pun mulai mengincarnya, terutama para penikmat seni.

gamcheon

5. Gamcheon Culture Village
Jika Yunani punya Santorini, maka Korea Selatan punya Gamcheon. Desa budaya seni ini dihias tembok aneka lukisan dan pernik-pernik hiasan. Tidak hanya terdiri dari ratusan rumah penduduk asli yang dicat berwarna-warni, namun di desa ini juga terdapat banyak sekali rumah seni berupa museum atau tempat membuat hasil karya. Tata lokasinya sangat apik, ditambah komitmen penjaga desa untuk membuat serta merawat Gamcheon Culture Village.

Tempat ini tidak dipungut biaya masuk, hanya jika ingin lebih jelas anda dapat membeli peta petunjuk jalan untuk menyusuri gang-gang sempit dengan harga 2000 won atau sekitar 25 ribu rupiah. Spot foto yang wajib adalah di pintu masuk serta di atap rumah penduduk yang sengaja untuk titik point foto di Gamcheon Culture Village. Di sini anda akan bisa mengambil gambar foto keseluruhan desa dengan rumah warna-warninya.

Please follow and like us: