Konsulat Jenderal mengadakan Doa Lintas Agama untuk Palu dan Donggala

80
Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

Sydney: Pada hari Jumat (5/10/18), Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Sydney mengadakan sesi doa lintas agama untuk korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Donggala dan daerah sekitarnya yang terjadi pada 28 September 2018.

Sekitar 100 anggota masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang suku dan agama menghadiri acara tersebut, menunjukkan dukungan mereka dan berdoa bagi para korban dan orang-orang yang selamat di Palu, Donggala dan sekitarnya.

Sebelum pelaksanaan doa, Konsul Jenderal Heru Subolo menyampaikan komentar singkat kepada warga masyarakat yang hadir serta menyampaikan presentasi tentang situasi terkini dan bantuan pemerintah yang telah diberikan terhadap korban gempa bumi dan tsunami.

“Menurut Presiden Joko Widodo, empat prioritas utama Pemerintah Indonesia terkait gempa dan tsunami di Palu dan Donggala adalah: 1. Upaya evakuasi, termasuk pencarian dan penyelamatan, 2. Bantuan medis, 3. Membantu orang-orang yang terlantar menemukan tempat tinggal termasuk tenda darurat dan 4. Rekonstruksi infrastruktur,” jelas Konjen Subolo.

Konjen Subolo juga menjelaskan bahwa pada tahap ini Indonesia memprioritaskan bantuan pemerintah asing dalam bentuk penanganan tanggap darurat dan menghimbau warga di Sydney yang ingin menyumbang atau menyalurkan bantuan, bisa melakukannya melalui LSM lokal atau Palang Merah yang memiliki kontak dengan pihak-pihak terkait di Indonesia.

Doa lintas agama, dipimpin oleh para pemuka agama Protestan, Islam, dan Hindu, kemudian diakhiri dengan diskusi informal dan pertukaran pandangan di antara anggota masyarakat tentang kegiatan kemanusiaan dan penggalangan dana di masa depan untuk membantu para korban dan korban bencana alam di Central Sulawesi, Indonesia. [IM]

Please follow and like us:
Loading...