IRA, Menggodok Solusi Untuk Bersama

213
Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

Setelah diresmikannya pada tgl 19 Januari 2019 lalu, Indonesian Restaurant Association (IRA) yang diketuai oleh David Tjoe dari Ubud Restaurant mulai giat mengadakan berbagai pertemuan-pertemuan dengan para anggota IRA dan pihak terkait lainnya.

Pada hari Senin 11 Februari 2019, bertempat di Ubud restaurant diadakan pertemuan yang dihadiri oleh beberapa perwakilan restaurant seperti Shallom Restaurant, The Sambal, Medan Ciak dan Ubud, perwakilan dari distributor Livingstone serta Konsul Ekonomi KJRI Sydney, Ibu Trisari D. Paramita beserta staff.

Pertemuan yang berlangsung kurang lebih 2 jam tersebut membahas berbagai issue dan kendala yang seringkali dihadapi oleh para pengusaha restaurant di Australia. Dalam hal ini mereka berkumpul untuk bersama-sama bisa mencari solusi tersebut.

“Saya berharap IRA bisa menjadi wadah bagi semua pihak, khususnya pemilik restaurant, untuk bisa bertukar pandangan, menyampaikan ide dan masukan serta saling support”, demikian disampaikan oleh David Tjoe.

Pertemuan berikutnya digelar pada hari Senin 18 Februari 2019 bertempat di Aula serbaguna KJRI Sydney Maroubra, yang dihadiri oleh anggota IRA, perwakilan distributor dari Sony Trading, Eastern Cross dan Livingstone serta perwakilan dari ICC NSW dan IDN NSW. Tampak pula hadir malam itu Konjen Sydney Bapak Heru Subolo dan staff KJRI lainnya.

Diharapkan melalui peran IRA yang mewakili pelaku-pelaku bisnis kuliner Indonesia di Australia ini, mampu membawa terobosan dan keuntungan yang dapat langsung dirasakan oleh para anggota IRA. [IM]

Please follow and like us:
Loading...