19-02-2010 14:05:05  Ada yang Salah Dengan Pacarku!

article details   

A friend of mine - dia minta disebut Julie (biar keren) – datang dan menumpahkan kegundahan hatinya. Dia mau putus sama pacarnya, tapi pacarnya nggak mau. Setiap kali Julie minta putus, sang pacar langsung bikin action scene: membenturkan kepala sendiri ke tembok, memukul kepala dengan tangan, sampai menggores tubuh dengan benda tajam. Terang aja Julie langsung merasa horor!


Sebelum jadian, Julie udah berteman lama sama cowoknya itu. “Selama jadi temen sih dia biasa-biasa aja. Eeeeh setelah jadian, protektifnya minta ampun! Cemburu gila-gilaan. Gue disuruh menjauh dari semua temen gue!” begitu cerita Julie. Nggak heran kalau dia gemes banget minta putus, walaupun hubungannya baru jalan 6 bulan.


Di setiap kesempatan, cowok itu selalu memeriksa call list HP Julie. Kalau ada nama cowok, dia pasti langsung ‘meledak’ dan menyuruh Julie nggak berhubungan lagi sama cowok itu. “Dia bahkan nggak suka ngeliat gue nelfon sepupu gue yang cowok. SODARA SEPUPU GUE!” jerit Julie sambil melempar-lempar piring ke tembok. Untung cuma piring kertas (gakpenting.com).


Anyway, kasus yang dialami Julie ini ternyata beneran terjadi. Selama ini kirain cuma ada di artikel-artikel majalah atau tabloid doang (lalu ini apa?). Yang lebih mengerikan lagi, ternyata di luar sana memang banyak pacar-pacar (baik cowok maupun cewek) yang over-protective, bahkan menjurus ke ‘psycho’. With all due respect, kata ‘psycho’ (psikopat) dipakai karena banyak dari mereka yang akhirnya melakukan hal-hal di luar akal sehat. Contohnya ya itu tadi; melukai diri sendiri dan orang lain.


Masalahnya, seperti yang dialami Julie, ‘kelainan’ itu sama sekali nggak terduga sejak awal. Dari luar mereka tampak baik-baik aja, tapi begitu menyangkut suatu masalah yang sensitif, reaksinya sangat ekstrim. Ketika diminta putus, ia malah melukai diri sendiri supaya kita nggak tega dan mengurungkan niat putus. Di lain waktu, bisa saja dia melukai kita! 


Untuk mencegah kamu mengalami hal serupa, Julie berusaha merumuskan kebiasaan pacar seperti itu:


1. Dia suka berkata: “Aku jealous karena aku sayang banget sama kamu. Aku takut kehilangan kamu.”

Julie says: Sayang, sayang, gigi lo gondrong! Itu bukan bukti cinta, tapi justru upaya mengontrol kita supaya patuh dan menuruti keinginannya.


2. Dia suka berkata: “Iya yang aku buat tadi emang salah. Aku minta maaf. Janji deh, nggak bakal diulang lagi.”

Julie says: Dapet salam dari buaya! Kalau dia udah sering mengulangi perbuatannya, berarti dia akan terus-menerus melakukannya. Jangan terjebak sama janji palsunya!


3. Dia suka berkata: “Kamu juga sih yang selalu mancing emosi aku. Coba kalau kamu nggak terlalu akrab ngobrol sama cowok itu, aku pasti nggak marah!”

Julie says: Dia menyalahkan kamu, bahkan untuk sebuah hal yang sebenarnya sama sekali bukan masalah! Banyak korban yang akan semakin diinjak-injak kalau terus diam tanpa perlawanan. Itu cuma bisa-bisanya dia aja untuk membela diri dan memanipulasi situasi seakan-akan kamu yang salah.


4. Dia suka berkata: “Wajar dong kalau aku melarang kamu deket sama temen-temen cowok kamu. Aku kan pacar kamu, kamu itu udah jadi punya aku!”

Julie says: Emangnya kita tinggal di hutan bakau, nggak berhubungan sama orang lain??? Nggak ada seorang pun yang berhak terhadap diri kamu kecuali diri kamu sendiri.


5. Dia selalu memeriksa keberadaan kamu lewat telepon. Lebih parah lagi, kata Julie, pacarnya ini sampai menanyakan posisi tempat duduk ketika ia sedang makan siang dengan teman-teman kantor! Begitu tahu kalau Julie duduk berhadapan dengan teman cowok, Julie langsung disuruh pindah tempat! Freak tapi nyata.


Contoh-contoh bisa dijadikan indikator untuk menimbang apakah hubungan kamu ‘sehat’ atau tidak. Yang pasti, kalau kamu sendiri sudah merasa ada yang ‘salah’ dan nggak nyaman, sebaiknya segera ambil keputusan yang tepat, cepat, dan cerdas. Jangan seperti Julie, yang sampai sekarang masih belum berhasil putus karena nggak ketemu cara yang tepat (Julie says: diem lu!!). Dan mari kita sudahi artikel ini sebelum Julie melempar saya dengan piring-piring kertasnya… (jos)