Informasi untuk Membantu Pekerja Migran Memahami Hak-Hak Mereka

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

Fair Work Ombudsman sedang membuat perbedaan bagi pendatang baru ke Australia dengan pengembangan enam video untuk membantu pemegang visa memahami hak mereka di tempat kerja.

Setiap video telah diproduksi dalam 16 bahasa selain bahasa Inggris dan disusun berdasarkan komitmen Fair Work Ombudsman untuk menghilangkan hambatan yang menghalangi pekerja migran mengakses bantuan di tempat kerja.

Inisiatif ini mengikuti peluncuran International Student Strategy oleh Fair Work Ombudsman pada 25 September lalu.

Kristen Hannah dari Fair Work Ombudsman mengatakan bahwa penelitian yang dilakukan selama pengembangan strategi itu mengindikasikan bahwa memperluas dan mengembangkan informasi yang tersedia bagi pekerja migran dalam bahasa mereka akan meningkatkan kesadaran mereka akan hak mereka di tempat kerja.

“Kami bekerja keras untuk mengatasi hambatan bagi pekerja migran dan pendatang baru yang tertarik untuk memulai bisnis di Australia,” kata Ms Hannah.

Sumber daya yang baru dan sudah diperbarui tersedia di www.fairwork.gov.au/languages.

Video baru juga tersedia dalam 16 bahasa yaitu: Cina (Sederhana), Cina (Tradisional), Korea, Hindi, Arab, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Spanyol, Vietnam, Indonesia, Filipino, Portugis, Thailand dan Nepal.

“Buruh migran memiliki hak di tempat kerja yang sama seperti semua pekerja lainnya di Australia,” kata Ms Hannah.

“Selain faktor-faktor seperti kurangnya kesadaran akan hak di tempat kerja dan keterbatasan kemampuan berbahasa Inggris, hambatan budaya juga bisa berarti bahwa pekerja migran dapat lebih rentan terhadap eksploitasi di tempat kerja. Kami ingin memastikan semua orang yang bekerja di Australia, termasuk mereka yang berasal dari luar negeri, mengetahui hak mereka dan mengetahui di mana dan bagaimana mencari pertolongan.”

Pada tahun anggaran terakhir hampir setengah dari kasus Fair Work Ombudsman yang diajukan di pengadilan melibatkan para pemegang visa. Namun pemegang visa sering enggan untuk berbicara, karena khawatir hal itu dapat membahayakan prospek pekerjaan mereka di masa depan atau menyebabkan pembatalan visa mereka.

“Pemegang visa akan dijamin bahwa sejalan dengan kesepakatan antara Fair Work Ombudsman dan Department of Immigration and Border Protection (Departemen Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan),
mereka dapat mencari bantuan tanpa merasa takut visa mereka akan dibatalkan,” kata Ms James.

Informasi tentang perjanjian dengan Departemen Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan dapat disimak di www.fairwork.gov.au/visaprotections.

Fair Work Ombudsman juga baru-baru ini meluncurkan fungsi Anonymous Report yang populer dalam 16 bahasa selain bahasa Inggris, untuk mempermudah pekerja migran melaporkan masalah di tempat kerja.

Ms James mengatakan bahwa dia akan terus mendorong pemegang visa untuk meminta bantuan gratis dari badan tersebut jika mereka mengalami masalah saat bekerja di Australia.

“Kami ingin pekerja migran mengetahui bahwa mereka dapat menghubungi kami untuk meminta nasehat dan bantuan gratis dan untuk melaporkan keprihatinan mereka. Kami di sini untuk membantu,“ kata Ms James.

Setiap karyawan atau majikan yang memiliki pertanyaan atau masalah tentang hak dan kewajiban di tempat kerja mereka, dapat memperoleh saran dan bantuan gratis dengan mengunjungi www.fairwork.gov.au atau menghubungi Fair Work Infoline pada 13 13 94. Layanan juru bahasa gratis tersedia pada 13 14 59 dan informasi di situs web tersedia dalam 30 bahasa.

Please follow and like us: