HUBUNGAN COKELAT DAN DIABETES

1836
Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

“Jangan terlalu banyak makan gula, nanti kena diabetes,” begitu imbau keluarga atau teman sesekali, khususnya apabila Anda memang termasuk orang yang sangat suka mengkonsumsi makanan manis.

Sebenarnya, belum ada penyebab pasti mengapa seseorang menderita diabetes. Namun, genetik telah diketahui merupakan faktor utama, sementara terlalu banyak makan gula tidak otomatis menyebabkan diabetes. Sebaliknya, diabetes terjadi ketika sesuatu mengganggu kemampuan tubuh untuk mengubah makanan yang kita makan menjadi energi. So, tidak selalu makanan manis atau yang mengandung banyak gula dapat menyebabkan diabetes. Cokelat misalnya.

Ya, sebagian dari Anda yang menderita diabetes mungkin berpikir bahwa ini adalah kudapan terlarang yang harus dibuang jauh-jauh. Seperti halnya kudapan manis lainnya. Tapi, tahukah Anda bahwa itu tidak sepenuhnya benar?

Ternyata, makanan yang sering dibuat menjadi makanan pencuci mulut ini merupakan salah satu jenis makanan yang terbukti memiliki banyak manfaat kesehatan. Meski memang, tidak semua jenis cokelat memiliki manfaat kesehatan yang efektif, apalagi jika berbagai proses olahan dan tambahan rasa manis sudah diberikan. Pilihan terbaik dari cokelat, khususnya yang bisa juga dikonsumsi oleh penderita diabetes adalah jenis cokelat pekat yang minimal mengandung 70 persen cokelat murni, dan bukannya jenis cokelat putih atau cokelat susu.

Seorang ahli penyakit dalam dan pakar penurunan berat badan, Sue Decotiis, M.D. menjelaskan bahwa dark chocolate mengandung lemak sehat yang dapat memperlambat penyerapan gula ke dalam darah. Hal ini dapat mencegah terjadinya lonjakan insulin, yang berefek pada penghentian mekanisme pembakaran lemak tubuh dan membuat seseorang cepat lapar. Satu hal, yang lambat laun dapat menyebabkan terjadinya resistensi insulin yang berujung pada diabetes.

Penelitian lain menunjukkan bahwa untuk diabetes tipe 2, mengonsumsi 20 gram dark cokelat per hari dapat membantu meningkatkan sensitivitas terhadap insulin sehingga tidak hanya membantu menjaga kadar gula darah, tapi juga menunda awal terjadinya diabetes pada penderita pre-diabetes.

Please follow and like us:
Loading...