Dibalik Drama Musikal Epilogue

76
Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

Epilogue adalah drama musikal yang diadakan oleh PPIA UTS dan akan digelar bulan Mei mendatang di UTS Great Hall. Dalam sebuah produksi tentunya ada banyak orang yang terlibat di dalamnya, dan di edisi kali ini Indomedia memperkenalkan 3 pemeran kunci dalam drama musikal ini, serta pengalaman dan kesan pesan mereka. Yuk ikutin aja!

Marta Steviana – Sutradara

Sebelumnya Marta telah menyutradai Ande Ande Lumut dalam acara Panggung Pahlawan dan ‘Loved to Love’ dalam acara gereja Rock Sydney.

Mengapa tertarik menjadi bagian dari EPILOGUE?
Bekerja bersama orang orang yang mempunyai hobi yang sama, yaitu menciptakan lagu, itu membuat saya senang. Selain itu, saya melihat EPILOGUE sebagai suatu sarana untuk anak-anak muda mengasah kemampuan mereka di bidang seni peran dan musik.

Bagaimana alur cerita dari EPILOGUE?
Epilogue ini mengangkat cerita sedih yang saya rasa semua orang bisa menghubungkannya ke kehidupan mereka masing-masing. Hidup, seperti yang kita ketahui, tidak selalu berjalan sebagaimana yang sudah kita rencanakan. Tetapi, selagi kita tetap berusaha dan juga dengan bantuan dari orang-orang terdekat kita, saya percaya kita pasti bisa melalui apapun.

Apa sih bedanya panggung pahlawan dengan Epilogue?
Wah, jelas beda sekali. Panggung pahlawan itu adalah drama yang diadaptasi dari cerita rakyat Indonesia dan juga genrenya adalah komedi. Sementara, acara kali ini, Epilogue, merupakan sebuah drama musikal dengan genre melodrama. Aktor dan aktris yang berperan dalam Epilogue juga kebanyakan sedang melanjutkan studi mereka di bidang musik.

Apa yang diharapkan dari penonton setelah menyaksikan Epilogue?
Saya sendiri tidak menggantungkan harapan yang tinggi, karena saya tau bahwa kami semua bukanlah profesional di bidang seni peran. Namun, saya berharap para penonton dapat menghargai kerja keras kami dengan memberikan dukungan kepada para aktor dan aktris kami. Dengan harapan, mereka dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka. Setelah menyaksikan Epilogue, saya juga berharap teman-teman semua selalu ingat bahwa seberapa berat tantangan dalam hidup kalian, tetapi selama kita tetap berjuang, kalian pasti akan baik-baik saja.

Apa tantangan terbesar dalam menyutradai Epilogue?
Sejauh ini sih, waktu adalah tantangan terbesar, apalagi tim ini lumayan besar juga. Memastikan semua orang bisa disiplin dengan jadwal latihan itu sangat penting. Menciptakan lagu itu sendiri bukanlah tantangan terbesar bagi kami, karena saya bekerja sama dengan orang-orang yang memang sudah mengerti musik.

Di antara semua aktor dan aktris Epilogue, mana yang paling berkesan?
Wah, ini pertanyaan yang susah, soalnya saya suka dengan semua orang yang ada di tim kami. Tapi, kalau memang disuruh milih, menurut saya, saya paling cocok bekerja dengan Ivan. Kami berhasil menyelesaikan 3 lagu yang berbeda hanya dalam waktu 2 hingga 3 jam saja. That’s amazing! Selain itu, Krista juga membantu dalam komposisi lagu.

Coba deskripsikan Epilogue dalam 3 kata
Musical, hopeful, inspiring

—————————————————

Niko Andita Tantra sebagai Caleb

Apa peran kamu dalam Epilogue?
Saya berperan sebagai tokoh utama dalam Epilogue, yaitu seorang pemuda bernama Caleb. Awalnya, dia tidak terlalu tahu banyak tentang musik. Namun, suatu hari ia bertemu dengan seseorang yang merubah hidupnya. Seseorang itu telah mengingatkan dia betapa banyak potensi yang ada pada dirinya. Dan akhirnya, ia pun berhasil menemukan talenta tersembunyinya yaitu di bidang musik.

Apakah ada kemiripan karakter Caleb dengan diri kamu?
Saya merasa ada beberapa kemiripan antara saya dengan Caleb. Pada awalnya, saya juga tidak tahu cara bermain musik dan akhirnya memutuskan untuk belajar musik. Selain itu, saya juga mempunyai rasa percaya diri yang rendah ketika bermain musik. Tetapi, saya percaya dengan berlatih terus menerus, kemampuan saya akan meningkat.

Apa yang membuat kamu tertarik untuk bergabung dalam Epilogue?
Sebenarnya saya tidak pernah berperan dalam drama apapun dan sangat ingin mencoba terjun dalam seni peran. Begitu saya mendengar bahwa Epilogue sedang mencari aktor, terutama yang bisa bermain musik dan bernyanyi, saya langsung daftar, soalnya saya sangat suka musik. Ini akan menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya, apabila dapat membantu acara ini dan juga menghibur masyarakat Indonesia dan juga publik melalui drama musikal ini.

Apa harapan kamu dari penonton?
Saya berharap para penonton merasa terhibur melalui acara kami dan juga larut dalam ceritanya. Saya percaya mereka akan sangat terpukau, karena ini bukanlah hanya tentang musik saja, tetapi juga mengangkat kisah cinta Caleb yang melankolis. Sejujurnya, Epilogue adalah drama musikal yang sangat bagus dan ceritanya juga keren! Kalian semua akan menyesal apabila melewatkan acara ini.

Karakter manakah yang paling berkesan buat kamu?
Waduh, semua aktor dan aktris nya sangat ramah dan kami semua bekerja dengan sangat baik dalam satu tim ini. Selain itu, semua komitenya juga sangat suportif dan profesional. Saya yakin kami semua dapat bekerja dengan sangat baik dan Epilogue akan menjadi drama Indonesia yang paling bagus di Sydney.

Coba deskripsikan Epilogue dalam 3 kata
Epic, Magnificent, Mantap!

—————————————————

Krista Monica sebagai Nora

Apa peran kamu dalam Epilogue?
Jadi sebenarnya Nora itu gebetannya Caleb. Dia adalah seorang gadis yang sangat ceria namun juga sedikit sensitif. Mereka pertama bertemu di toko musik Nora yang kemudian membuat mereka semakin dekat sejak saat itu. Tanpa disadari, mereka jatuh cinta dengan satu sama lain, tapi mereka merahasiakan itu. Mereka berdua sangat bahagia, namun hanyalah sebatas teman. Akankah mereka bersama pada akhirnya? Kalau penasaran, ayo buruan nonton Epilogue.

Apakah ada kemiripan karakter Nora dengan diri kamu?

Saya dan Nora sama-sama suka bermain dan mengajar musik kepada orang lain. Selain itu, saya juga sebenarnya adalah seorang yang pendiam. Hanya dengan orang-orang terdekat saja, saya bisa menjadi pribadi yang ceria. Nora dalam cerita Epilogue juga mempunyai kepribadian yang sama dengan saya. Saya berharap dapat memerankan Nora dengan baik dan sesuai dengan harapan dari sutradara dan penulis.

Apa yang membuat kamu tertarik untuk bergabung dalam Epilogue?
Saya sendiri tidak ada alasan yang kuat untuk bergabung dalam Epilogue. Pada awalnya, saya ditawarkan peran ini oleh ketua PPIA UTS, Andri, yang kemudian saya terima. Lalu saya memutuskan untuk mencoba ikut sesi casting. Saya tidak menduga bahwa akhirnya saya mendapat peran utama sebagai Nora.

Apa harapan kamu dari penonton?
Saya berharap para penonton dapat merubah pandangan mereka terhadap musik sebagai karir. Di luar sana, ada begitu banyak orang yang ingin belajar musik, tetapi orang tua mereka tidak mendukung keinginan mereka. Saya merasa ini sangatlah menyedihkan dan juga tidak adil. Semoga melalui Epilogue, para penonton, terutama yang ingin belajar musik ataupun orangtua dari anak yang ingin belajar musik, pikirannya lebih terbuka. Saya berpesan agar kalian semua terus mengejar impian kalian, karena saya percaya pada akhirnya, kalian tidak akan menyesalinya.

Ada kesan dan pesan selama bergabung dalam tim Epilogue?
Saya sangat terkesan dengan semua pemain dan komite PPIA UTS. Mereka sangat terorganisir dan juga disiplin dengan jadwal yang mereka tetapkan. Sungguh melebihi ekspektasi saya dan saya sangat senang dapat bekerja bersama tim ini.

Karakter manakah yang paling berkesan buat kamu?
Saya paling suka dengan karakter Paul. Paul adalah sahabatnya Caleb, dan karakternya sangat ceria. Tapi, secara keseluruhan, saya suka dengan semua karakter Epilogue. Semua orang mempunyai karakter yang berbeda-beda dan itu membuat mereka unik.

Coba deskripsikan Epilogue dalam 3 kata
Music. Tragic. Inspiring.

Please follow and like us: