CHIA SEED, Si Imut Berkekuatan Super!

924
Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

Gaya hidup sehat seringkali dibarengi dengan mengkonsumsi menu makanan yang juga sehat. Di dalam menu makanan yang sehat, anda mungkin pernah mendengar bahan-bahan yang masih terdengar asing. Salah satunya adalah Chia Seed yang kini banyak dicari oleh kalangan pecinta makanan organik. Di balik bentuknya yang kecil bahkan sangat kecil, biji Chia ini ternyata menyimpan banyak manfaat yang sangat baik bagi tubuh, apalagi bagi anda yang ingin menurunkan berat badan. Ingin tahu lebih banyak lagi tentang Chia Seed?

Kata “Chia” sendiri adalah kata yang berasal dari suku Maya, yang artinya kekuatan. Biji yang digunakan oleh budaya kuno sebagai makanan mega-energi, terutama bagi para utusan pembawa pesan yang selalu membawa kantong kecil Chia saat sedang melakukan perjalanan jauh. Chia juga disebut ‘Makanan Pelari India’ karena mampu memberikan gelombang energi yang sangat luar biasa. Dengan mengkonsumsi Chia, mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Kegunaan biji chia ternyata telah disadari oleh suku Aztek di abad ke 15. Hal ini dicatat dalam peninggalan suku Aztek. Suku Aztec menjadikannya sebagai sumber makanan pokok yang dipercaya mampu meningkatkan energi dalam tubuh.

Chia seeds atau biji Chia merupakan tumbuhan asli dari Amerika Tengah khususnya, Meksiko dan Guatemala. Chia seed adalah biji dari tanaman yang berasal dari tumbuhan Salvia hispanica, yang satu keluarga dengan tumbuhan mint. Biji Chia sangat kecil (berukuran kira-kira 1 mm saja), mirip seperti biji wijen. Rasa dari biji Chia ini cenderung hambar alias tidak memiliki rasa. Dan untuk menyantapnya, anda perlu merendamnya di dalam cairan atau air selama beberapa menit, dan bisa juga dengan mencampurkannya dengan makanan lain.

Chia seed terdiri dari dua jenis, yaitu chia seed yang berwarna putih dan yang berwarna hitam. Pada umumya, tidak ada perbedaan yang mencolok dari kedua jenis ini. Hanya
saja chia seed yang berwarna putih mempunyai rasa yang lebih gurih dibandingkan dengan chia seed yang berwarna hitam. Akan tetapi, dari segi kandungan nutrisi dari keduanya tetaplah sama karena baik yang berwarna hitam ataupun putih berasal dari satu keluarga. Pemilihan chia seed sendiri tergantung dengan selera masing-masing orang. Jadi tidak ada perbedaan yang
sangat khusus antara jenis biji chia tersebut.

Di era modern ini, biji Chia dijadikan salah satu superfood terbaik yang sangat kaya dengan kandungan nutrisi yang berguna untuk tubuh manusia. Chia seed sendiri mengandung asam lemak omega-3 yang sangat baik dan dibutuhkan tubuh untuk menurunkan trigliserida. Selain mengandung asam lemak omega-3, chia seed juga mengandung cukup banyak serat, yaitu setidaknya 10 gram serat terdapat di dalam 28 gram chia seed. Tidak hanya itu, 28 gram chia seed juga mengandung cukup ragam nutrisi lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh. Antara lain 18% jumlah kalsium harian yang dibutuhkan, 30% manggan, 27% fosfor, 5 gram protein, 12 gram karbohidrat, 8 gram lemak, dan 138 kalori. Bahkan chia seed juga mengandung tembaga, kalium, dan zinc.

Tak heran jika akhirnya banyak orang yang tertarik untuk mengkonsumsi superfood ini karena sejumlah khasiat yang dimilikinya untuk mendukung kesehatan. Keyakinan masyarakat akan manfaat dari chia seed juga semakin diperkuat dengan penelitian para ahli yang telah membuktikan bahwa chia seed adalah diet yang baik untuk atlit karena sifat hydrophilic alami yang tinggi. Chia Seed dapat menyerap sekitar delapan kali air dari beratnya. Penggunaan chia seed yang dicampur dengan air matang membantu tubuh untuk penyerapan yang lebih baik. Para ilmuwan pun menemukan bahwa pasien diabetes yang mengkonsumsi chia seed secara rutin, tingkat gula dalam tubuhnya menurun. Selain itu, bagi yang sedang diet, mengkonsumsi chia seed tidak hanya membantu menurunkan berat badan tetapi juga mengontrol masalah lain seperti tekanan darah tinggi dan gula.

Untuk mendapatkan manfaat chia seed dengan maksimal, anda perlu mengolahnya chia seed dengan benar karena meski chia seed memiliki beragam manfaat namun saat anda salah mengolahnya maka hasilnya bisa jadi justru merugikan anda. Seperti kasus yang terjadi pada seorang penderita gangguan menelan makanan, chia seed dapat menyebabkan sumbatan pada saluran makanan (esofagus) karena sifatnya yang mudah menyerap air di sekitarnya. Perlu diketahui bahwa chia seed dapat mengembang hingga 27 kali dibanding berat awalnya. Maka disarankan chia seed ditelan bersama makanan atau cairan lain.

Jika anda tertarik untuk menikmati chia seed sebagai menu harian, anda bisa mengolahnya dengan beragam cara. Mulai dari menjadikannya salah satu bahan membuat campuran puding, muffin, atau pun selai. Kandungan beragam nutrisi yang ada di dalam chia seed memang bisa membuat seseorang jatuh hati. Tidak ada salahnya memasukan chia seed ke dalam menu harian anda. Namun jangan lupa untuk mengolahnya dengan benar, agar khasiatnya bisa didapatkan secara maksimal.

Please follow and like us: