Apa Benar Suka Marah Tanda Menderita Darah Tinggi?

101
Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

Orang yang mudah marah atau kerap marah sering sekali diidentikkan dengan penyakit darah tinggi – istilah kerennya hipertensi. Marah, atau sering marah, acap dianggap gejala penyakit ini. Tapi, apakah benar demikian?

Percaya atau tidak, hingga saat ini, belum ada penelitian ilmiah yang mampu membuktikan anggapan itu. Namun, pakar kesehatan tidak menampik bahwa tekanan darah tinggi memang sangat erat kaitannya dengan stres atau emosi negatif, yang biasanya ditunjukkan oleh seseorang yang sedang marah. Menurut mereka, ada kecenderungan bahwa stres atau marah memang bisa menyebabkan tekanan darah melonjak.

Ya, adalah hormon adrenalin berperan penting di sini. Seseorang yang sedang marah akan memproduksi hormon ini dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Nah, hormon adrenalin inilah yang ternyata bisa menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dan membuat pembuluh darah menjadi sempit. Akibatnya, peningkatan tekanan darah pun dialami seseorang saat sedang marah atau stres.

Kabar baiknya, karena ini biasanya berlangsung sementara, maka belum tentu kerap marah serta merta menjadi gejala bahwa seseorang terkena masalah hipertensi.

Menurut para ahli, yang harus diwaspadai justru faktor risiko lainnya, katakan saja faktor riwayat keluarga yang memang memiliki hipertensi, kondisi berat badan yang berlebihan atau obesitas, hingga kebiasaan buruk seperti pola makan yang tidak sehat, kurang tidur, ataupun malas berolahraga. Nah, hal tersebutlah yang sejatinya lebih berpotensi memicu hipertensi. Ditambah marah-marah, lengkaplah sudah.

Untuk mencegahnya, langkah pertama yang harus dilakukan tentu saja mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Dan itu bukan cuma sekadar makan sehat atau tidur cukup. Lakukan olahraga setidaknya 3 hingga 5 kali seminggu, cukup 30 menit. Mudah dan murah, bukan? [IM]

Please follow and like us:
Loading...